Random Talk

Pengalaman Perpanjang SIM Malam Hari, Lebih Santai

Semoga judul postingan saya ini tidak klikbait hihi…

Sebagai warna negara yang baik dan taat aturan, memiliki Surat Izin Mengemudi atau yang disingkat SIM adalah hal yang wajib. Memiliki SIM menunjukkan bahwa kita telah mampu mengendarai kendaraan bermotor secara baik dan benar. Selain itu, kalau ada operasi lalu lintas harus menunjukkan SIM. Kalau tidak punya atau tidak bawa bagaimana? Yo, ditilang hihihi.

SIM sendiri memiliki masa berlaku selama 5 tahun. Bila sudah mendekati masa berlaku habis kita wajib untuk melakukan perpanjangan yang dapat dilakukan di Mall Pelayanan Publik, Polres setempat, dan mobil SIM keliling. Hanya saja jika masa berlaku akan segera habis pasti muncul perasaan gundah, karena pada pagi hari ada hal yang harus dikerjakan atau sebagainya. Apalagi bila sudah bekerja, waktu yang dimiliki agak kurang luwes ya kalau bisa izin sih enak. Kalau yang tidak bisa? pusing juga.

Kebetulan bulan lalu saya menyadari bahwa masa berlaku SIM C saya akan habis bulan ini. Agak bingung menentukan waktu kapan akan mengurus SIM ini. Niat hati ingin datang ke mobil SIM keliling, tapi dengar-dengar waktu yang ditetapkan sangat terbatas dan yang mengantri pasti mengular. Jelas saja sih pelayanan ini kan untuk menjangkau daerah-daerah yang agak jauh dari kota.

Kemudian saya berpikir untuk datang ke Mall Pelayanan Publik di Kota Bekasi, tapi sedih lagi karena ternyata nomor antrian hanya dibatasi 100 nomor saja setiap hari. Harus datang jam berapa saya untuk mengurus SIM, apalagi pasti banyak orang yang sudah datang dari pagi sekali. hmmmm…

Pucuk dicinta ulum pun tiba, bulan lalu rekan saya menyarankan saya untuk datang ke Polres Metro Bekasi Kota pada malam hari untuk perpanjang SIM. Wah, luar biasa saya sampai kaget kok keren banget Kota Bekasi melakukan pelayanan di malam hari selama 24 jam dari pukul 20.00 – 06.00. Rupanya layanan yang disediakan malam hari itu perpanjangan SIM dan pembuatan SKCK. Jadi saya akan menceritakan pengalaman saya mengurus perpanjangan SIM yang dibagi menjadi beberapa kisah (semoga tidak bosan ya hihihi).

 

Kisah 1 : Rasa Penasaran

Akhir September saya datang ke polres dan langsung saja dengan percaya diri menuju ke ruang pengajuan SIM di sebelah Kejaksaan Kota Bekasi. Namun, saya diminta untuk melakukan cek kesehatan dahulu di depan Polres (oke baik, baru awal jadi saya gatau, mana jalannya jauh. capek euy). Saat saya ingin cek kesehatan rupanya hanya melayani perpanjang SIM yang akan habis 2 minggu lagi, karena saya masih lama habisnya, akhirnya saya pulang lagi dan berniat datang kembali  5 hari sebelum masa berlaku habis.

Jam operasional pelayanan perpanjangan SIM dan pembuatan SIM baru. Jangan sampai salah datang.

Kisah 2-3 : Drama Sistem Layanan SIM Offline Nasional

Pada Jumat, 19 Oktober malam saya datang kembali ke polres dan sampai pukul 19.07. Kali ini saya langsung menuju loket cek kesehatan tidak seperti pertama kali yang sotoy wkwk. Waw padahal loket kesehatan dibuka pukul 7 malam, tapi saya sudah dapat antrian nomor 34. Padahal antrian tidak begitu banyak loh, seenggaknya yang mengantri duduk semua, tidak ada yang berdiri. Hmm… Setelah beberapa menit diumumkan bahwa sistem sedang offline sejak tadi pagi jadi pengajuan perpanjangan SIM tidak dapat diproses. Whattt??? lalu dihimbau untuk menunggu sampai pukul sembilan malam, barangkali sistemnya kembali online. Semua orang sudah mulai gelisah dan resah, akhirnya setelah menunggu yang tidak pasti diputuskan untuk kembali lagi esok hari. Kecewa saya sodara-sodara~~~ saya memutuskan pulang jam setengah sembilan.

Sabtu, 20 Oktober saya memutuskan kembali ke polres setelah malam mingguan, kebetulan lokasinya berdekatan. aszek~ Saya sampai di polres pukul 11 malam, bener-bener nekat. Perasaan nekat dan penasaran ingin coba perpanjang sim tengah malam sampai gatahu waktu wkwk. Sepi banget loh jam segini (yaiyalah!). Ternyata sistem masih offline sodara-sodara! Kecewa lagi kecewa. Awalnya saya ingin datang kembali Minggu pagi sebelum jam 08.00 tapi saya disarankan oleh bapak-bapak polisi datang lagi hari Senin saja. Karena, minggu hari libur kemungkinan sistemnya belum selesai diperbaiki. Baiklah, hal positifnya saya bisa bersantai di rumah besok pagi.

Saya kembali pulang dengan tangan kosong~~~~

 

Kisah 4 : Penantian Berakhir

Senin, 22 Oktober saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Sudah jauh-jauh kesana, buang-buang bensin ternyata sistemnya offline. Akhirnya saya cari akun media sosial Polres Bekasi Kota dan menemukan secercah harapan.

Cuitan dari akun twitter polres

Saya sampai di loket kesehatan (mohon maaf lupa foto lokasi) sekitar pukul 17.30 dan hanya ada satu bapak-bapak yang menunggu. Ternyata beliau juga mengalami drama sistem offline seperti saya. Bahkan ketika hari minggu sistem masih offline dan pemohon perpanjang SIM sudah antri sekitar 50 orang. Hm… Mendekati pukul 19.00 sudah banyak orang yang datang, oya disini sistemnya mengambil nomor antrian dan rebutan saat gerbang dibuka. Belum tentu yang duluan datang dapat nomor awal, saya saja yang datang nomor 2 dapat nomor antrian 4. Sedangkan, bapak-bapak datang belakangan dapat nomor 1 karena duduk dekat gerbang. Oh negeriku~~~ jadi siap-siap gesit ya apalagi kalau datang paling awal.

Antrian cek kesehatan sebelum gerbang dibuka.

 

Nomor antrian saya. Alhamdulillah masih 5 besar.

 

Tunggu dipanggil, 5 orang dalam 1 kloter. Pada saat ini, perlu menunjukkan SIM asli dan potokopi KTP 1 lembar serta membayar biaya cek kesehatan sebesar Rp25.000,-. Prosesnya cepat sekali hanya 2 menit. Tidak ada cek tensi darah dan sebagainya, hanya ditanya tinggi badan, berat badan, menggunakan kacamata atau tidak dan tes buta warna.

Situasi di dalam loket kesehatan.

 

Banner loket kesehatan

 

Surat keterangan sehat.

 

Jika kalian tidak ingin cek kesehatan di loket yang disediakan polres, kalian bisa membawa surat kesehatan sendiri dari puskesmas atau klinik dekat rumah, nantinya hanya perlu cek buta warna di loket ini tanpa dikenakan biaya. Kalau saya sendiri tidak ada kesempatan mengunjungi puskesmas hehe.

Kemudian diarahkan menuju ruang pelayanan SIM yang berada di samping Kejaksaan Kota Bekasi.

Di ruang ini wajib menitipkan KTP asli, yang nantinya akan ditukar dengan kartu pengajuan SIM seperti gambar berikut yang perlu kita gunakan saat di dalam ruangan. Kemudian menunggu sampai dipanggil, kebetulan saya mendapat nomor antrian ke 12.

Menurut saya, ruang tunggunya sangat nyaman dan bersih. Tanda area juga cukup jelas, sehingga walaupun mengurus perpanjangan SIM tidak perlu takut salah karena petugas memberi instruksi yang sangat baik. Enaknya mengurus pada malam hari, orang yang datang tidak begitu banyak dan tidak perlu terburu-buru.

Kartu pemohon SIM. Mohon maaf agak blur hihihi.

 

Disediakan tv yang menayangkan materi ujian sim.

 

Ruang tunggu.

 

Ruang tunggu.

 

Tepat pukul 20.00, pemohon SIM dipanggil per sepuluh nomor untuk melakukan pembayaran tunai sebesar Rp75.000,- pada loket 1, nantinya akan diberikan bukti pembayaran selanjutnya langsung bergeser ke loket sebelahnya untuk pengambilan formulir pemohon pengajuan SIM. Di loket ini perlu diserahkan SIM asli untuk distapler dengan surat kesehatan, potokopi KTP, bukti pembayaran, dan formulir. Petugasnya sangat sigap dan ramah menjelaskan poin mana saja yang wajib diisi.

Sebelah kiri loket 1 (Bank BRI), sebelah kanan loket pengambilan formulir.

 

Bentuk formulir yang perlu diisi.

 

Setelah diisi, berkas diserahkan ke loket 2. Kemudian, menunggu sampai dipanggil untuk mengambil bukti pembayaran dan melakukan foto SIM. Alhamdulillahnya disini saya mendapat nomor antrian 5, saya jadi terharu.

Loket 2.

 

Selang beberapa menit, kami dipanggil secara berkelompok per 5 nomor untuk memasuki ruangan pengambilan foto SIM. Petugas memastikan tinggi badan dan pekerjaan pemohon sudah benar atau belum. Oiya, petugasnya sangat tegas jadi jangan cengengesan dan jangan lupakan aturan berpakain rapi dan sopan untuk foto SIM ya.

Aturan foto SIM.

 

Setelah proses foto selesai, saya diarahkan menunggu di ruang tunggu pengambilan SIM. Berikut foto situasi loketnya ya. Di sebelah kiri banyak bangku untuk menunggu, gapake gerah dan pasti dapat duduk wkwk.

Loket pengambilan SIM.

 

Tidak lama waktu menunggu SIM tercetak, hanya sekitar 3 menit saja dan pukul 20.08 SIM baru saya sudah ditangan. Ini lebay tapi perasaan saya mengharu biru, karena proses untuk memperpanjang SIM ini agak drama karena sistemnya offline. Jika sistem sedang baik seperti malam ini, prosesnya sangat cepat.

Dibelakang ruang tungg terdapat area komentar dari para pemohon SIM. Komentarnya lucu-lucu dan kebanyakan komentar positif untuk pelayanan Polres Metro Bekasi Kota yang bagus dan cepat, terutama jam layanan malam hari, sungguh memudahkan masyarakat. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengurus SIM yang habis masa berlakunya.

Pesan dan kesan masyarakat. Mohon maap fotonya ga bener, keburu dipanggil ke loket hihihi.

 

Sebelum pulang jangan lupa mengambil KTP asli dan mengembalikan kartu tanda pengenal SIM, di pintu keluar. Setelah sampai rumah, saya baru sadar kalau saya tidak mendaftar asuransi AKDP, karena sebelumnya belum buka loketnya. ckck…

Kesimpulan

1. Syarat yang dibutuhkan untuk memperpanjang SIM C (sepertinya berlaku juga untuk SIM A), berdasarkan pengalaman pribadi :

  • SIM asli
  • KTP asli
  • 1 lembar potokopi KTP (membawa lebih dari 1 lembar, lebih baik)
  • 1 lembar potokopi SIM (membawa lebih dari 1 lembar, lebih baik)

2. Biaya yang saya keluarkan sejumlah Rp100.000,- (tidak termasuk biaya asuransi AKDP)

  • Cek kesehatan Rp25.000
  • Biaya perpanjangan SIM C Rp75.000,- (untuk SIM A Rp80.000,-
  • Jika mendaftar asuransi AKDP dikenakan biaya Rp30.000,- (ini terlewatkan, karena lupa)

3. Jam layanan yang berlaku sampai postingan ini rilis sbb :

Sumber : Twitter Polres Metro Bekasi Kota

Kalian boleh banget datang jam berapapun sebisa kalian, bahkan jam 12 malam pun akan dilayani. Tidak perlu terburu-buru, santai saja masih bisa melakukan kegiatan seperti biasa di siang hari dan malam hari.

Jangan datang hari minggu soalnya lebih ramai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Saran, bila tidak ingin terjadi hal seperti saya yang bolak-balik datang ternyata sistem offline. Silakan kunjungi media sosial Polres Metro Bekasi Kota terlebih dahulu, karena mereka sangat update tentang informasi terbaru.

Jika, KTP domisili kabupaten bisa melakukan perpanjangan di Mall Pelayanan Publik. Karena saat itu dijelaskan di polres hanya melayani yang berdomisili di Kota Bekasi. Saya tidak tahu jika nantinya peraturan berubah, bisa dicek dan ditanyakan secara berkala pada akun di atas.

5. Total keseluruhan waktu yang saya habiskan dari cek kesehatan sampai SIM di tangan ±1 jam. Bukan main, cepat banget kannnn.

6. Minimal datanglah h-14 hari, maksimal hari H masa berlaku habis (hari ulangtahun mu). Tapi, saya sangat tidak menyarankan hari H karena bisa saja ada kendala seperti yang saya ceritakan walaupun nantinya diberi kelonggaran diberi surat keterangan keterlambatan memperpanjang bukan kesalahan kita tapi pasti muncul perasaan gundah.

•••

Terimakasih untuk yang membaca tulisan panjang ini sampai akhir dan semoga tulisan ini informatif untuk kamu-kamu yang sebentar lagi masa berlaku SIM C/A-nya habis. See you!

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *