Random Talk

Kisah malam minggu : ketika mengobrol dengan orang lain

Kisah malam minggu ini terinspirasi dari kisah kemarin malam tapi bukan kisah saya ya, dengan bahasan bagaimana cara atau respon atau etika jika kita mengobrol ataupun bertemu dengan orang yang baru dikenal atau yang disebut kopi darat kok tua banget ya nyebutnya kopi darat wkwk. Kalau kata wikipedia kopi darat itu…

Jadi, semalam waktu lagi makan di warung ayam yang cabangnya ada di seluruh negara (hayo dimana? wkwk) saya bertemu dengan pasangan mbak-mas yang sepertinya sedang kopi darat gitu ya emang terkesan saya sotoy tapi gimana ya mereka duduk disebelah saya persis dan mau tak mau obrolannya kedengeran. Maafkan sayaaaaaa…

Sumber : Pixabay

Tapi yang jadi perhatian saya disini bukan karena iri melihat mereka berduaan sungguh saya bukan tipe orang begitu, saya mnenyoroti sikap salah seorang dari mereka yang menurut saya ‘gak banget’. Ini tentang menghargai orang lain.

“Belajarlah menghargai sebelum dihargai oleh orang lain”

 

Ketika proses mengobrol, salah satu dari mereka sibuk bermain gawai (berat banget bahasanya gawai). Sedangkan pihak yang lain aktif bertanya bercerita A-Z sedangkan yang lain hanya merespon ala kadarnya dan fokus dengan gawainya. Bahkan matanya pun selalu menatap layar benda digital itu. Memang dalam agama tidak diperbolehkan untuk memandang lawan jenis dan dianjurkan untuk menundukkan pandangan. Tapi, menurut saya menundukkan pandangan tidak seperti ini, tidak sibuk dengan bermain sesuatu yang lain. Agak kurang sopan yah.

Saya sebagai orang lain melihatnya pun tak nyaman, bagaimana perasaan orang yang mengobrol tapi dicuekin itu ya. Saya jadi berpikir masih ada orang yang tidak bisa menghargai orang lain contoh kecilnya seperti ini. Terkadang saya juga masih melakukan hal demikian, secara tidak sadar untuk tidak bermain gawai ketika diajak ngobrol oleh orang lain. Ini seperti sentilan untuk saya agar sebisa mungkin tidak melakukan hal yang sama kepada orang-orang di sekitar saya.

Bagaimana cara yang baik ketika mengobrol dengan orang lain?

  • Jauhkan gawai dari sekitar kita

Jika, sedang dalam situasi obrolan baik berdua ataupun beramai-ramai sebisa mungkin jangan main gawai. Duh bahasanya kurang enak. Lebih baik simpan ponsel kita di dalam tas. Jika memang terpaksa sekali harus menggunakan ponsel, misal membalas chat penting dll. Sampaikan kepada lawan bicara ‘sebentar ya saya balas ini dulu’. Hal ini membuat lawan bicara merasa lebih dihargai.

Jangan sampai ponsel benar-benar menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

  • Fokuskan perhatian pada obrolan

Tolong sekali, bagian ini cukup penting. Terkadang sering sekali tanpa sadar pikiran melayang ketika mengobrol, jadi pembicaraan yang diucapkan sampai tenggorokan kering tidak ada yang teringat sama sekali. Jika sedang mengobrol diusahakan fokuskan perhatian ke obrolan dan lawan bicara. Tidak perlu menatap mata, cukup lihat ke arah lain misalkan rambutnya, atau jidatnya. Jangan menerawang-nerawang ke segala arah apalagi bicara tapi tatapan ke langit-langit -____-

Tunjukkan minat dalam obrolan tersebut seperti bertanya kembali atau merespon dengan yang lain jangan datar-datar aja, bahkan jika saya dan keluarga atau sahabat mengobrol jika salah satu dari kami terlihat tidak tertarik menimbulkan perasaan kurang nyaman pula. Tentu jika dengan orang-orang terdekat kita bisa menyampaikan ketidaknyamanan, tapi belum tentu dengan orang lain.

  • Belajar mendengar merupakan cara menghargai orang lain

Ini sulit apalagi bagi orang yang hanya ingin didengar tidak ingin mendengar. Dalam obrolan yang baik, perlu adanya timbal-balik yang sesuai dan mendapat porsi bicara yang sama. Pahami orang lain, mereka juga pasti ingin mengutarakan hal-hal yang mereka pikirkan. Karena hidup ini bukan tentang diri kita sendiri bukan? Jangan memotong pembicaraan orang lain. Rasanya itu syakittttt..

Bila kita mendengar dengan baik maka tentu orang lain akan mendengarkan kita dengan baik juga. Saling menghargai itu membuat jiwa tenang. Obrolan yang baik dengan orang lain dimulai dari diri kita sendiri. Jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi orang lain yang melakukannya tetap kita harus mengutarakannya agar ia lebih memperhatikan.

 

Sumber : Pixabay

 

Obrolan yang baik bisa menjalin silaturahim  yang baik loooooh. Jangan sampai kita menyepelekan hal-hal kecil. Tulisan ini juga sebagai pemantik untuk saya lebih menghargai obrolan dengan orang lain. Oke cukup sekian kisah malam minggu saya, semoga ada kisah dari orang lain lagi yang dapat dijadikan bahan mengingat untuk kita yaaaah…

 

 

 

 

 

Semua gambar yang digunakan pada tulisan ini berasal dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *