Book

Review Kevin Faldey : Taxi & The City

 

Judul                  : Kevin Faldey : Taxi & The City

Pengarang         : Erike Yuliartha

Penerbit             : Grasindo/Jakarta

Tahun terbit      : 2004

Deskripsi fisik   : 208 halaman, 20 cm

ISBN                    : 9786022517030

Harga asli           : Rp 47.000,- / Gramedia

Harga pameran : Rp 10.000,- / Gramedia

 

 

 

 

“I LOVE MY PASSENGERS, I LOVE MY LIFE”

 

Selamat Oktober untuk semuanya, kali ini saya baru selesai membaca buku karya Erike Yuliartha. Kevin Faldey : Taxi & The City adalah buku ke-4 yang Erike tulis, tapi jujur ini adalah buku pertama miliknya yang saya baca. Saya juga berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang penulis dan judul buku lainnya tapi maaf saya tidak bisa menemukannya hehe… kurang getol carinya.

Sebelum mulai menulis apa yang saya pikirkan, sebaiknya kita baca dahulu sinopsis bagian belakang buku tersebut.

 

Perkenalkan: namaku KEVIN FALDEY.
Pekerjaanku sederhana: menjadi seorang sopir taxi.
Ikuti perjalananku! Mulai jalan besar hingga “jalan tikus”. Mengantarkan rakyat jelata hingga pejabat negara. Perasaanku bermetamorfosis: dari ramai tak terkira hingga sepi yang menyiksa. Di kendaraan beragometer inilah aku mengenal banyak hal. Tentang kehidupan. Tentang sudut kota….

 

Oke, bagaimana? sudah ada bayangan kah untuk ceritanya? Buku ini menceritakan tentang sosok Kevin Faldillah yang memiliki nama keren Kevin Faldey. Nama Kevin Faldey inilah yang ia gunakan sebagai nama saat menjadi supir taxi. Nama keren ini ia pilih karena dengan menggunakannya ia merasa menjadi sosok yang berbeda, menjadi sosok tangguh. Pada awalnya, buku ini menceritakan mengenai Kevin dan keluarganya.

Berlatar belakang ditinggalkan oleh ibu (pergi dari rumah), membuat Kevin harus bertahan hidup dengan ayah  yang juga merupakan supir taxi dari armada Violet Dots. Armada taxi dengan ciri khas titik tiga ungu. Alasan keduanya menjadi supir taxi agar dapat menemukan sosok ibu yang selama ini meninggalkan mereka. Dengan harap dapat bertemu di jalan atau secara kebetulan mengantarkan seseorang wanita yang ternyata adalah sang ibu. Apakah Kevin mampu menemukan ibunya?

Selanjutnya cerita beralih ketika menjadi seorang supir taxi sangat menyenangkan bagi Kevin karena setiap hari mengantar penumpang yang berbeda latar belakang, usia, kelamin, dan kisah hidupnya. Ujian kesabaran menghadapi karakter yang berbeda, kemacetan ibu kota, dan rival armada taxi lain ternyata tidak membuat Kevin menjadi sosok yang mudah menyerah. Kawan dan cinta dapat ia temukan di dalamnya.

Walaupun diawal cerita Kevin dan ayahnya ingin mencari keberadaan sang ibu, tapi inti dari cerita bukanlah itu. Erike lebih menceritakan pertemuan-pertemuan Kevin dan ayahnya serta mungkin hal yang supir taxi lain alami dengan berbagai macam penumpang. Kalimat yang paling mencuri perhatian saya adalah kalimat berikut :

“Aku tidak menyesal menjadi sopir taxi. Banyak mendapat pelajaran hidup setiap hari. Dengan banyak mengalami peristiwa-peristiwa unik saat aku menjalankan tugas, entah itu yang menyenangkan atau menyedihkan, rasanya aku seperti “bermain film” hampir setiap hari. Hanya saja, aku selalu menjadi pemeran protagonis, menjadi pendengar dan pengamat yang baik. Sangat bersemangat rasanya, saat aku berangkat kerja (…) ‘kali ini, ada kejadian apa lagi ya?” (hlm. 181)

 

Walaupun buku ini diterbitkan pada tahun 2014, yang mana empat tahun yang lalu. Belum terlambat yah meskipun saat ini taxi sudah tidak seramai dulu karena tergeser dengan kendaraan online tapi buku ini cukup menarik karena tetap sesuai dengan saat ini. Dalam buku ini saya belajar bahwa dalam bekerja memerlukan kesenangan hati dalam mengerjakannya seperti Kevin. Saya pernah berfikir bagaimana seseorang yang berprofesi menghabiskan banyak waktu di jalan raya mampu tetap ramah dan ceria saat mengantar penumpang. Mungkin dari buku ini lah saya dapat mengerti. Karena mereka senang menjalaninya.

Semoga saya dan teman-teman semua mendapat pengemudi yang menyenangkan seperti Kevin Faldey.

•••

Saya sangat suka dengan cerita buku seperti ini, topik utamanya sebuah pekerjaan/profesi. Secara tidak langsung pembaca dapat belajar tentang hal baru. Hal menarik lainnya setting buku ini seperti sebuah kilas-balik kejadian di tahun 2004 jadi seakan-akan Kevin dan seluruh cerita yang ada di dalamnya adalah sesuatu yang nyata. Contoh kejadian yang diangkat dalam tulisan bom kuningan, demo, banjir dan beberapa kejadian yang ada di 2004.

 

Baca juga Review laut bercerita — Laila S. Chudori

 

Tidak ada rasa bosan ketika membaca, dengan bahasa yang sangat ringan buku ini mampu diselesaikan dalam hitungan jam saja. Buku seperti ini cocok dibaca ketika mengusir rasa penat. Terkadang banyak kejadian lucu juga yang membuat saya terkekeh sendiri. Tunggu, kayaknya setiap baca buku pasti semua orang juga terkekeh kalau lucu wkwk.

Hmmm… karena buku ini terbit beberapa tahun yang lalu jadi sepertinya ‘Kevin Faldey : Taxi & The City’ ini cukup sulit ditemukan ya di toko buku kecuali jika sedang ada pameran. Tapi tenang ebooknya sudah ada di aplikasi iPusnas.

 

Baca juga : Baca buku gratis di aplikasi iPusnas

 

Seperti yang saya katakan sebelumnya bahasa buku ini sangat ringan, jadi sangat cocok saya rekomendasikan untuk remaja yang mulai tertarik untuk belajar gemar membaca novel. Bagaimana cukup tertarik kah baca buku dengan cerita seperti ini?

 

 

6 Comments

  • Ewafebri

    Rasanya jadi pingin baca aku mbak. Apalagi ngeliat covernya yang unyuuuu.. hihi.. entah kenapa kesan pertama pada buku itu terletak pada covernya. Hahhahaa.. kadang terjebak juga sama covernya, tak kirain isinya ringan gtu, eh ternyataaa daleeem..

    • ahalona

      Iya bener mbak, covernya simple dan unyu dengan warna ungu hehehe…
      pembawaan bahasanya sih emang ringan banget mbak, maksud didalamnya itu.
      Ada yang covernya meriah dalamnya ga semeriah itu hehehe

  • dinilint

    Aku langsung penasaran saat baca judul bukunya. Kayaknya seru melihat cara pandang sopir taksi. Setelah baca review mbak Ahalona, sepertinya bahasa buku ini ringan banget. Pas banget utk jadi bacaan di kala suntuk.
    Aku coba cari bukunya ah.

    Btw, salam kenal dari Dini mbak 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *