Blog Competition,  Random Talk

Perlukah mengoleksi barang?

Pertanyaan ini sering muncul, perlukah mengoleksi barang? Kebetulan saya itu tidak punya hobi yang spesifik. Saya suka melakukan semua hal yang menurut saya menyenangkan. Ada kalanya saya senang menonton film, membaca buku, fotografi, bermain game, dan hal lainnya. Entah ini termasuk tipe orang yang ikut-ikutan saja atau bisa dicap tidak punya hobi. Biasanya mengoleksi barang itu lekat dengan hobi kan?. Misalkan yang hobi menonton pasti punya koleksi film baik bentuk fisik atau file, penikmat musik punya koleksi alat musik, hobi menggambar pasti punya berbagai jenis pensil, pulpen, buku dan lain-lain.

Menurut saya mengoleksi barang itu bisa perlu dan menjadi sangat tidak perlu. Perlu jika barang itu memiliki nilai guna yang tinggi bagi saya atau lingkungan saya dan sangat tidak perlu kalau hanya untuk memuaskan ego saja contohnya mengoleksi barang hanya karena ingin dan lucu kayaknya bukan saya banget, yang ada malah ga terawat dan menuhin tempat wkwk.

Tapi setiap orang bebas mempunyai pandangan akan mengoleksi barang. Ga bisa dipukul rata semua orang sama seperti saya. Mungkin kalau saya punya minat terhadap suatu hal pasti saya pun punya keinginan untuk mengumpulkan barang-barang sejenis baik karena fungsi atau guna mendukung kegiatan. Sayangnya saya tidak punya keinginan seperti itu hahaha.

Jujur saja, saya tidak punya koleksi barang. Kalau saya bilang saya mengoleksi buku itu sepertinya menjurus ke arah bohong karena saya hanya punya beberapa judul saja kalah jumlah deh dengan teman-teman yang hobi membaca. Padahal pengen bisa punya rak biar rajin beli buku, tapi kenyataan bukunya mencar di sudut rumah wkwk. Malah kadang lupa ada dimana hmmm…

Apalagi sekarang saya lebih sering baca ebook.

Beberapa buku yang standby di kamar saya. Ada yang sudah dibaca, sedang dibaca, dan belum dibaca kwwkkw.

Walaupun saya tidak berminat apapun, ada beberapa barang yang keluarga saya kumpulkan/koleksi tapi lebih mengarah kepada fungsi.

Dalam keluarga sebenarnya bapak saya termasuk orang yang suka mengoleksi barang. Kebetulan hobi beliau itu memancing, jadi pasti terbayang dong beliau punya berbagai model alat pancing, senar, jaring dan semua barang yang saya gatau namanya. Selain itu di rumah kami juga mengoleksi perkakas tangan (obeng, martil, dll) kayaknya sih ini koleksi wajib setiap keluarga.

Fishing tools. Thank to Pexels.

Kalau ibu saya suka sekali mengoleksi peralatan masak (seperti ibu-ibu kebanyakan). Entah berapa panci yang beliau beli, padahal modelnya sama tapi yang dipakai juga yang itu-itu saja kecuali kalau sudah bolong (bolong pun kadang di tambal). Selain itu piring, gelas, sendok semua dikoleksi juga katanya biar kalau ada hajatan ga repot pinjam sana-sini.

Gambaran alat masak. Thank to Pexels

Sisanya ya barang-barang biasa saja, dengan jumlah tidak lebih dari 2. Yah, walaupun saya tidak suka mengoleksi barang, tapi saya kagum dengan teman-teman yang bisa konsisten suka dengan suatu hal secara kontinyu. Ga mudah jadi seorang yang konsisten dan teguh dalam mengumpulkan barang. Bahkan ada yang rela hunting kesana-kemari agar koleksi yang dimiliki makin lengkap.

Ada ga sih yang punya pemikiran seperti saya? Semoga saya dan teman-teman memang mengoleksi barang dengan bijak, yang benar-benar dibutuhkan baik berdasarkan manfaatnya ataupun karena memang suka tapi penuh pertimbangan. Jangan lupa dirawat ya. See you!

 

 

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogger Perempuan Network #BPN 30 day blog challenge 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *