sleep digital art
Random Talk

Akibat menunda-nunda sampai terbawa mimpi

Menunda-nunda itu adalah hal yang paling enak tapi berujung kepanikan. Enak waktu nundanya tapi setelahnya grabag-grubug melakukan hal yang harusnya sudah selesai eh tapi belum. Dasar manusia lucknut~

Selain nantinya pekerjaan jadi menumpuk lalu bingung mau kerjain yang mana, pun kena omel bos. Bisa juga malah kebawa mimpi, apa bisa-bisa ngerasa udah ngerjain eh tapi ternyata mimpi~ Pernah ngalamin yang mana nih?

Saya ingin bercerita salah satu kejadian akibat menunda pekerjaan yang terbawa mimpi. Waduh apa bisa? Kayaknya ini efek sesuatu yang mau saya lakukan itu sangat masuk ke alam bawah sadar atau mungkin tertekan oleh pekerjaan itu kali ya sampai kebawa mimpi.

Suatu pagi yang ga cerah-cerah amat seperti hati ini, ada niat untuk melaksanakan shalat dhuha. Namun, akibat malam sebelumnya kurang tidur akhirnya saya putuskan untuk memejamkan mata barang sebentar “sepuluh menit lagi deh” batin saya berseru saat itu.

Tanpa disangka saya benar-benar bangun tepat pada menit kesepuluh setelah tidur. Alih-alih semangat mengambil wudhu karena segar malah saya cemas dan istighfar berkali-kali. Ya bagaimana ga istighfar saya mimpi hal yang menakutkan.

Dalam mimpi itu saya sedang berada di kamar mandi untuk mengambil wudhu tapi ada seekor kelomang menjepit kran air dengan kuatnya. Sulit sekali saat saya coba untuk lepaskan, tapi akhirnya berakhir juga dengan segala daya upaya. Setelah kelomang itu terlempar jauh saya kembali menyalakan kran.

Kepanikan berlanjut, kelomang yang berjarak 10 kaki itu melakukan putar balik ke arah kran air. Langsung prosesi wudhu yang khusyuk berakhir buru-buru, saya langsung lari ke arah yang lebih tinggi. Siapa sangka ternyata kelomang itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menampung air kran banyak sekali. Memang kelomang punya mulut besar???

Aneh bin ajaib memang mimpi tidak masuk akal, kembali dengan sigap mengambil langkah mematikan kran. Apa yang terjadi? Kelomang tersebut loncat ingin memakan kran air. Oh tidak! Saya malah sibuk dan panik mencoba menahan hewan tersebut untuk tidak memakan benda yang tidak seharusnya. Sepertinya itu berlangsung cukup lama dan akhirnya saya bangun. Lalu saya bergegas melaksanakan apa yang seharusnya saya kerjakan.

Hal seperti ini tidak sekali dua kali terjadi, hanya saja yang membekas ya kejadian ini. Kok ya bisa mimpi sampai sebegitunya ha ha ha. Mimpi tuh aneh, kadang mimpi bahagia tapi sering juga mimpi ga enak. Malah kadang bisa ngatur-ngatur mimpi bak sutradara~~ Gimana apa sudah bisa ngalahin Mas Hanung kalau begini? Ngawur.

Mimpi buruk saya nilai karena saya kehilangan self-control karena tidak disiplin dan mengulur waktu yang akibatnya berdampak pada mimpi. Menunda-nunda pekerjaan juga disebut dengan istilah prokrastinasi. Menurut Solomon dan Rothblum dalam Ursia (2013) prokrastinasi merupakan menunda memulai menyelesaikan tugas dengan melakukan aktivitas lain yang tidak berguna sehingga tugas sebelumnya menjadi terhambat, tidak tepat waktu, dan terlambat.

Nah, aktivitas yang saya dahulukan adalah tidur barang sepuluh menit. Padahal kalau saya disiplin dan teguh pendirian seharusnya saya shalat dahulu yang menghabiskan waktu tidak sampai 10 menit. Hal ini berlaku untuk pekerjaan-pekerjaan yang lain.

Menunda pekerjaan karena kita beranggapan pekerjaan yang kita lakukan dapat dikerjakan hanya dengan sedikit waktu. Padahal itu menjadi sumber masalahnya dan masuk ke alam bawah sadar kita.

Menurut Nashori (2002) dalam jurnalnya, salah satu aspek dalam pembagian kualitas mimpi adalah mengambil hikmah dari sebuah mimpi. Bila mimpi buruk sudah terjadi maka yang harus dilakukan adalah mengambil hikmah dari mimpi tersebut. Maka, hikmah yang saya ambil dari mimpi saya sebelumnya adalah menyegerakan shalat dan tidak menunda-nunda karena hal tersebut bisa menimbulkan keburukan.

Ini berlaku untuk semuanya ya, menunda-nunda itu dapat berakibat negatif bagi kesehatan mental juga. Apalagi menunda menyatakan cinta pada dirinya, setiap malam selalu gusar bahkan tidur aja ga tenang. Padahal guna menjalani hari dengan baik tidurnya harus baik pula.

Loh kok malah bahas kemana-mana???? Memang ngawur ga bisa seirama antara judul-cerita pembuka-cerita inti-ending. Ga apa toh ini belajar ya, effort loh nulis blog curhat begini tapi pake sumber jurnal segala apalagi saya bukan dasar anak psikologi.

Biar seru ada beberapa pengalaman teman-teman yang pernah kebawa mimpi karena sudah menunda pekerjaan dan ada juga mimpi karena terlalu memikirkan sesuatu. Nama disamarkan biar ga jadi viral hahaha. Silakan dibaca yaaa…

Emz : setelah ketemu temen cowok yang udah punya pacar, malamnya aku mimpi dilabrak sama pacarnya.

Hanz : Beberapa kali pernah tapi banyak yang lupa. Paling baru sih gue pengen ke rumah, tapi ditunda2 karena satu dan lain hal. Trs gue tidur mimpiin nyokap ekspresi wajahnya kaya marah, sebel, ga suka sm gue gituuu.

Marz : Nunda jawab sesuatu atau bikin keputusan karena harus di pikirin dulu tapi malah kepikiran smpe mimpi.

Pebz : Ga buru-buru ngoreksi soal terus mimpi dimarahin wakasek.

Yah mimpi hanyalah mimpi konon mimpi yang buruk berasal dari setan. Maka dari itu sebaik-baiknya hal adalah menilai semua hal yang terjadi dengan bijak, walaupun hanya sesingkat bunga tidur.

Akhir kata sekali lagi saya sampaikan untuk diri saya sendiri dan kita semua bahwa jangan menunda sesuatu, karena waktu bukanlah hal yang dapat kembali. Ada baiknya sebelum tidur melaksanakan adab sebelum tidur dengan sesuai seperti berwudhu sebelum tidur, tidur menghadap kanan, membaca doa, dan lain sebagainya.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menyebarluaskan mimpi buruk ya, tapi bagaimana kita mengambil hikmah dari mimpi yang kita alami terlebih yang berkaitan dengan menunda sesuatu.

Apa kalian pernah mengalami hal serupa?

Baca juga : Kisah Malam Minggu

————————

Sumber :
Nashori, H. F. 2005. Perbedaan kualitas tidur dan kualitas mimpi antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Humanitas : Indonesian Psychological Journal Vol. 2, No. 2.

Ursia, Nela Regar. 2013. Prokrastinasi Akademik dan Self-Control pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. https://www.researchgate.net/publication/275715562_Prokrastinasi_Akademik_dan_Self-Control_pada_Mahasiswa_Skripsi_Fakultas_Psikologi_Universitas_Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *