Random Talk

Jalan-Jalan ke Floating Market Lembang

Masih dengan cerita yang sama tentang jalan-jalan ke ibu kota Jawa Barat akhir Desember 2018 lalu. Hari kedua saya dan kawan mengunjungi Floating Market di daerah Lembang.

Terdengar dari namanya sepertinya Floating Market merupakan tempat wisata dengan pasar yang mengapung. Yaiyalah plis deh itu kan arti katanya dalam bahasa inggris.

Harapannya bisa mengunjungi dua tempat wisata di Lembang, Floating Market dan Farm House. Pukul 8 pagi kami berangkat dari daerah UIN. Ternyata menuju Lembang macet sekali karena buka tutup jalan. Bahkan untuk masuk ke dalam lokasi saja harus menunggu berjam-jam, akhirnya kami parkir di swalayan dekat Floating Market. Akhirnya kami hanya mengunjungi Floating Market saja, habis waktu diperjalanan hiks. Beginikah rasanya Bandung saat long weekend?

Tiket masuk dikenakan Rp 25.000,- per orang. Tiket ini digunakan untuk masuk ke lokasi Floating Market saja. Di dalam Floating Market terdapat 2 wahana wisata lainnya yaitu Rainbow Garden dan Kota Mini. Namun, untuk masuk kesana dikenakan biaya tambahan.

Tiket masuk floating market yang bisa ditukar dengan minuman
Tiket Masuk Floating Market

Tiket masuknya bisa ditukar dengan minuman. Ada 3 jenis minuman yaitu kopi, milo, dan teh. Penukaran bisa dilakukan kapan saja selama belum tutup dan masih berada di kawasan Floating Market wkwkwk.

Counter penukaran tiket dengan minuman.
cup milo floating market yang kece
Tukar tiket masuk dengan milo hangat. Enak banget walaupun sedikit wkwk.

Kebetulan sebenarnya tiket ini saya tukarkan ketika akan pulang. Soalnya sampai di lokasi udah heboh pengen masuk ke Rainbow Garden untuk liat bunga warna-warni bermekaran.

Jujur saya sama sekali ga menikmati wisata ke Floating Marketnya, karena jalan-jalan diutamakan ke Rainbow Garden dan Kota Mini. Jadi, Floating Market cuma sepintas aja dan yang saya tau banyak orang jualan wkwk.

Papan petunjuk arah Floating Market

Penampakan Rainbow Garden

Rainbow Garden yang memanjakan mata

Setiap akan memasuki wisata yang ada disini diwajibkan membayar tiket masuk lagi, jadi itungannya boros uang huhuhu. Biaya masuk ke Rainbow Garden itu Rp. 10.000.- digunakan untuk perawatan tanaman yang berada disana. Harga sepuluh ribu itu sama sekali ga mahal melihat view yang didapatkan bener-bener menyejukkan mata.

Tiket pun bisa ditukar dengan minuman. Kemarin saya tukar dengan es jeruk (kebayang ga lagi dingin minum es wkwk). Counter penukaran minumannya disertai dengan tempat duduk dengan pemandangan Bandung yang super ciamik. Sayang cuaca sedang mendung, ga kebayang cantiknya alam saat hari cerah pasti luar biasa.

Lokasi penukaran minuman di area Rainbow Garden
Duduk-duduk cantik sambil menikmati minuman

Cuma agak bingung sih sampai disana, soalnya cuma lihat-lihat bunga. Sebenarnya kalau untuk foto cakep banget cuma saya kalau di foto kok ga bagus wkwk. Kalau pinter motret pasti hasilnya bagus-bagus banget, sungguh sayang temen perjalanan saya juga ga bisa moto haduh hahaha.

Sebagian spot di rainbow garden

Selain taman bunga, juga ada rumah kaca yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan dari jarak yang lebih tinggi. Kalau tidak salah ada bonsai juga di dalamnya.

rumah kaca

Asiknya di Rainbow Garden ini kita bisa belajar nama-nama bunga dan tanaman. Oiya berhati-hati ya kalau mau foto di dekat bunga atau tanaman jangan sampai merusak kelestarian mereka. Merawat tanaman itu susah bukan main, ngerusak itu gampang.

Apalagi sampe nginjak tanaman, haduh-haduh nangis deh mereka diperlakukan seperti itu.

Peringatan di sekitar Rainbow Garden

Disamping pemandangan yang memanjakan mata, kita juga menambah pengetahuan tentang jenis bunga dan tanaman. Soalnya jujur banyak banget tanaman yang saya cuma tau bentuk ga kenal namanya.

Bunga lavender
Tanaman Miana yang saya baru tau

Saya sering banget lihat tanaman Miana ini di rumah tetangga bahkan dulu Ibu saya punya tapi baru tahu kalau namanya Miana wwkwk. Kirain daun-daunan biasa.

Spot paling booming di instagram

Mengunjungi Rainbow Garden ini pengen banget bisa foto di area di atas ini. Tapi sayang rame banget yang foto disana dan ternyata tidak bisa mengambil posisi seperti para selebgram yang bisa berfoto sangat dekat dengan tanaman pelangi itu. Kenyataannya ada kayu pembatas yang tidak memperbolehkan mengambil foto dari dekat. Sad.

Kota Mini

Harga tiket masuk kota mini

Destinasi terakhir yang kami kunjungi adalah Kota Mini. Lucu kayaknya berkunjung ke bangunan-bangunan yang mini gitu, bagus buat foto.

Harga tiket masuk ke kota mini paling mahal yaitu Rp25.000,- tapi kita boleh memilih ingin yang include free snack atau yang dengan 15 wahana. Karena kami belum punya anak akhirnya kami memilih yang snack saja. Toh pikir kami buat apa kan coba wahana buat anak kecil.

Kota mini merupakan tempat paling beda sendiri nih, karena tiket masuknya berisi kartu yang nantinya bisa kita isi saldo. Tentunya saldo untuk berkunjung ke kota mini lagi ya.

Tiket masuk kota mini berbentuk kartu
Tiket masuk kota mini

Waktu akan masuk pun kartu di gesek dahulu udah seperti mesin atm aja dan diberi stempel sebagai tanda pengunjung kota mini. Tapi ada kejadian waktu lagi antri mau masuk ada bapak-bapak yang main masuk aja tanpa punya tiket, mbak penjaga pun hanya berteriak-teriak karena bapaknya sotoy abis gamau beli tiket.

Jangan gitu ya, kan tempat wisata juga butuh dana buat mengembangkan dan merawat objek wisata dan gaji para pegawai.

Kota mini

Efek libur akhir tahun jadi kemarin padet banget di kota mini ini. Banyak banget wahana untuk anak-anak. Kebanyakan sih wahana profesi. Ada kantor polisi nantinya anak-anak bisa ganti baju polisi dan nangkap penjahat, anak-anak bisa belajar masak dan banyak banget hal lain yang bisa dilakukan.

Kalau diliat-liat sih mirip kidzania versi outdoor. Bisa kebayang kan, ke kota mini ga bawa anak-anak itu cuma bikin capek kaki aja, kami kecewa teman-teman. Soalnya ga ada yang bisa kami lakukan disana selain foto. Tapi fotopun susah karena jarak wahana ke wahana lain itu berdekatan jadi sulit ambil spot bagus. Maklum amatir kwkwkkw.

Udah gitu sempet gerimis bikin foto pun ga mood.

Lebih baik kalo ke kota mini ajak anak-anak mereka senang kita pun bahagia liat mereka senang. caelah wqwq.

Sedikit pandangan buat kota mini ya

Di dalam kota mini disediakan food court dekat dengan play ground. Jadi, gaperlu khawatir kehausan dan kelaparan. Dalam food court ini juga tempat menukar snack. Tolong jangan bayangkan jajanan yang wah ya, hanya snack biasa yang harganya seribuan kayaknya.

Lagi-lagi kecewa, tau gitu mendingan beli tiket yang termasuk masuk ke 15 wahana daripada jajanan begini. Yah, manusia bisanya mengeluh hehehe. Ini bisa jadi pertimbangan juga ya buat teman-teman yang akan wisata ke kota mini.

Kalau mau anak-anak masuk ke playground harus beli tiket yang harganya Rp35.000,-. Kalau cuma beli yang seperti saya beli sih gabisa akses wahana apapun. hahaha.

Kalau saya kasih saran Floating Market ini cocok untuk tujuan wisata keluarga karena area bermain anak disini banyak banget. Kayaknya kurang cocok buat anak muda dan berangkat rombongan hahaha, tapi Rainbow Garden masih okelah untuk anak muda. Saya ga tau ya kalau Floating Market karena masuk pas mau pulang jadi ga begitu memperhatikan.

Saya ingat disana ada danau yang besar dan bisa main bebek-bebekan, sama ada joglo yang menjual oleh-oleh vintage gitu. Bener ga ya? Kalau yang sudah pernah kesana boleh share di komentar hehe.

Cuma biaya yang dikeluarkan cukup banyak karena jika ingin mengunjungi wahana yang lain perlu membayar tiket masuk lagi. Kayaknya lebih enak kalau biaya tiket dibayar di awal aja deh.

Bagaimana tertarik ga mengunjungi Floating Market? Oiya kalau ada info yang salah saya berikan bisa banget dikoreksi lewat komentar ya teman-teman. See you!

19 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *