
3D2N trip di Bangka : kemana aja ya?
Bulan ini tepat setahun perjalanan wisata saya di Bangka. Kalau dipikir-pikir sih telat banget baru diceritain sekarang. Tapi gapernah ada kata terlambat untuk segala hal.
Perjalanan ini dilakukan bersama salah seorang teman. Bangka dijadikan pilihan karena pulau ini belum pernah kami kunjungi. Terutama saya yang memang belum pernah keluar Jawa kecuali Lampung. WKWK
Bermodal ingatan setahun yang lalu, saya akan coba menuliskan kegiatan dan tujuan wisata kami di Bangka.
Day 1
Seharusnya kami tiba di Bandara Depati Amir siang sekitar habis dzuhur, tapi ternyata jam 10 malam kami baru tiba karena penerbangan delay. Cukup agak bikin gondok, rencana yang sudah kami susun jadi berantakan.
Malam pertama di Bangka kami meluruskan punggung, mengatur mood, sambil menyantap Hokben yang diberikan oleh pihak maskapai sebagai bentuk permintaan maaf. Agak sedih tapi tetap harus semangat karena masih ada dua hari lagi.
AirAsia, bikin kami kapok hari itu.
Kami menginap di Puncak Budget Hotel untuk 3 hari 2 malam.
Day 2
Kegiatan dimulai setelah sarapan, rasanya capek banget karena drama di hari sebelumnya. Kami pikir kerandoman dan drama cukup di hari pertama saja ternyata berlanjut di hari ini. Kami memutuskan menyewa motor agar mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Ternyata sulit sekali menemukan sewa motor di Bangka, tidak semudah di Jogja. Harganya pun tergolong agak mahal. Kami menyewa motor PCX + 2 helm + jas hujan dengan harga 125ribu/hari (24 jam). Proses ini kami lakukan jauh hari sebelum tiba di Bangka.
Awalnya kami ragu mau sewa PCX karena motor tersebut karena terlalu berat dan besar. Takut kami ga bisa lancar mengendarai, gimana kalau nanti lecet. Ternyataaaa… bukan main, motor yang diantar kondisinya sudah ga bagus HAHAHA.
Yang paling lucu bagian pas kita sadar helm yang dipinjamkan tidak SNI, ga ada kaca penutup muka, dan baunya kayak neraka. Astaghfirullah, ga habis pikir kok bisa ya rental motor tapi ga memperhatikan hal sederhana seperti itu. Temen saya sampe gamau pake. Untungnya di bagasi motor tersebut ada helm lain yang layak pakai, tapi tetep ga SNI. The worst…
Perjanalan pun dimulai… kami menuju beberapa wisata di daerah Sungailiat.
Pantai Tuing Indah
Destinasi pertama adalah Pantai Tuing Indah. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1-2 jam kami tiba juga. Kami tiba sekitar pukul 10 pagi dan kebetulan kami datang di hari Jumat jadi tidak ada wisatawan lain selain kami.
Kalau tidak salah biaya retribusi pantai ini Rp5.000 per orang. Harganya terlalu murah untuk pantai yang indah, rapi, dan luassssss. Asliii, mood yang rusak kemarin langsung bagus. Tapi kalau harganya salah mohon maaf ya guys wwkwk.
Silakan dilihat foto-foto di bawah.



Pantai Tuing Indah ini cukup luas dan sangat tertata rapi. Bahkan ada beberapa penginapan (yang beratap merah). Sepertinya memang pantai ini dikelola dengan baik.
Bahkan aksesnya pun sudah bagus full aspal dari Pangkalpinang ke Sungailiat. Aman banget untuk pengendara motor dan mobil.
Pokoknya disini kami gunakan buat merenung dan santai-santai. Sayangnya karena kami datang di hari biasa, kami ga menemukan penjual makanan dan minuman. Kelaparan deh kami.
Warung Kopi Tung Tau
Setelah dari Pantai Tuing Indah kami langsung balik ke daerah yang lebih ramai untuk nyicipin makanan dan minuman di Warung Kopi Tung Tau. Kopi Tung Tau ini salah satu warung legendaris yang ada di Bangka.
Kami mengunjungi Kopi Tung Tau yang berada di Sungailiat. Kalau ga salah ini warung cabang, tapi suasana dan rasanya pasti masih otentik kan ya. Lokasinya di pinggir jalan raya, namun untuk parkir kendaraan roda empat agak sulit. Tapi tenang saja ada juru parkir.
Menunya banyak, dari makanan ringan sampai makanan berat.
Disini kami pesan kwetiau, roti panggang keju, teh tarik, dan kopi susu (sebenernya agak kurang yakin, billnya juga sudah ga ada).


Untuk rasa cukup enak, harga pun standar ga terlalu mahal. Efek telat makan, akhirnya roti panggang kami putuskan untuk dibungkus.
Setelah cukup mengisi perut, lalu kami melanjutkan perjalanan ke pantai selanjutnya.
Pantai Tikus Mas
Kalau ga salah Pantai Tikus Mas ini ga begitu jauh dari Kopi Tung Tau, ga sampai satu jam perjalanan. Tapi jalanan menuju lokasi ini agak ekstrim karena ada turunan yang curam sekaligus banyak batu kerikil. Jadi, kalian harus berhati-hati.
Pemandangan yang disuguhkan luar biasa bagus, cocok banget buat foto-foto. Seperti pantai di Pulau Bangka lainnya. Pantai Tikus Mas ini dikelilingi dengan bebatuan besar.
Harga tiketnya saya lupa berapa, struknya pun udah hilang. Seingat saya sih ga mahal, cuma memang ga serapi Pantai Tuing Indah.


Walaupun pantai ini belum dikelola dengan baik, tetap mereka menyediakan toilet dan tempat beribadah. Selain dikelilingi dengan bebatuan, Pantai Tikus Mas ini juga terdapat area rindang pepohonan, yang bikin banyak nyamuk. Teman saya sampe bentol digigit nyamuk kebun yang besar-besar itu.
Selain itu, banyak anjing penduduk yang berkeliaran. Agak ngeri juga sih takut dikejar ya. Tapi alhamdulillah kami aman ketika disana.
Tahu Kok Yen-Yen
Perjalanan dari Sungailiat ke Pangkalpinang cukup lama karena hujan deras di tengah jalan dan kalian tahu ternyata pihak sewa motor lupa bawain jas hujan. Duh bener-bener bikin hati keki.
Oke lupakan itu.
Back to the Tahu Kok Yen-Yen, ke Bangka ga afdol kalau ga cobain mie ayam asli buatan sana. Akhirnya kami memutuskan makan mie ayam di Tahu Kok Yen-Yen ini. Lokasinya ga jauh dari hotel.
Tempat makan ini pernah viral juga di youtube dan memang laris.


Suapan pertama jujur kaget banget, rasa mienya enaaaaaaak. Sebenarnya saya kurang suka sama mie yamin karena manis. Cuma gatau kenapa mie ayam Yen-Yen ini enak banget. Sampe sekarang rasanya masih terngiang-ngiang.
Kuah tahu koknya tipe ringan dan seger banget. Cocok dimakan setelah hujan.
Untuk harga saya agak lupa, tapi ga mahal kok.
Martabak Acau
Ga kenyangnya karena kami mampir beli martabak Acau. Ini salah satu martabak legendaris di Bangka. Katanya sih martabak apapun di Bangka ya rasanya pasti enak.


Hari ini ditutup dengan martabak manis dan enak.
Padahal tempat yang kami kunjungi ga begitu banyak tapi cukup melelahkan. Saya juga capek ngetik cerita jalan-jalan kayak gini hahaha. Trip hari selanjutnya akan saya tulis di part 2.
Terima kasih sudah membaca.



