Random Talk

Camp & Trip sehari di Pantai Gesing part 1

Hahalona! Selamat tahun baru islam, 1 Muharram hari ini. Bertepatan dengan hari baik bagi umat muslim ini aku mau berbagi sedikit pengalaman aku yang anak anti sosial ini tentang yang asik-asik. hehe..

Pengalaman ini kembali ke satu tahun lalu ya waktu masih kuliah di Semarang dan masih sering kongkow-kongkow yang berujung kejelasan, kok jelas? iya soalnya semua kongkow pasti punya tujuan, itu sih aku. Kongkow yang cuma bincang-bincang ala-ala juga sering kok tapi kita anggap semua jelas. Soalnya kongkow akan mendekatkan kita dengan orang lain hehe…

Let’s get start . . .

Sekitar bulan Juli 2016 (untuk tanggal aku agak kurang pasti tanggal berapa, karena data di foto sekitar Jumat, 22 Juli 2016 ———– aku lupa hiks) aku lagi ikut project ‘belajar bareng’ bersama beberapa orang senior jurusan aku. Seiring berjalannya waktu muncullah seleksi alam dari kelompok ‘belajar bareng’ itu, yang tersisa tinggal tiga orang yaitu Mas Erwan (pencetus ‘belajar bareng’ — tutor), Mbak Jupe (oke nama aslinya Yulia) dan tentu saja aku. Kita bertiga deket banget hampir setiap minggu itu kumpul buat diskusi, sebenarnya bukan diskusi tapi belajar dari sang ahli yaitu, Mas Erwan. hehe… oke kita singkat aja, tiba-tiba waktu kami bertiga sedang makan di warung ayam geprek djogjakarto perumda Mbak Jupe ngajak kami untuk nge-trip sehari ke Jogja, maklumlah waktu itu lagi suntuk berat secara aku lagi skripsian dan revisi terus tiada ujung (sudut pandangku ya ini). Awalnya kayak ga masuk akal secara perjalanan smg-jogja itu menempuh waktu 3,5 jam sampai 4 jam naik motor, kalau itu perjalanan pulang-pergi pasti butuh 8 jam di jalan. OMAYGAT! tapi gpp waktu itu kami masih punya curiousity dan kekuatan fisik yang patut dibanggakan. YOI! tapi Mas Erwan memberikan saran yang bisa kami terima yaitu kemah di pantai aka beach camp dalam satu malam. Wah keren banget, kami langsung setuju lah! Setelah diskusi pembagian tugas bawa peralatan (tentunya semua perlengkapan camp milik Mas Erwan) dan aku–Mbak Jupe sebagai ciwi-ciwi sibuk bawa perlengkapan kelaparan. skip-skip-skip-skip

Akhirnya hari itu datang juga. Jam 11 kami bertemu di kontrakan Mbak Jupe, anak yang baik tidak lupa untuk sarapan di warung soto dan tidak lupa berdoa. Kami disini naik motor ya guys, motor! Karena bagi anak rantau seperti aku suatu kemewahan pergi jalan-jalan di kota orang dengan menggunakan mobil terutama harus sewa, walaupun kalau dihitung mungkin lebih nyaman dan aman tapi tidak jauh lebih murah bagi aku. Sebenarnya rencana awal berangkat pagi sih tapi karena aku ada bimbingan skripsi alhasil jadi deh berangkat siang, maafkan adikmu ini ya Mas dan Mbak hehehe..

11.30 akhirnya kami membabat habis aspal jalanan Semarang – Jogja, sampai di jogja sekitar ba’da ashar, kami istirahat di pom bensin jogja (dimananya? udah lupa guys udah setaun yang lalu) perjalanan masih jauh sekali, soalnya bukan Kota Jogja tujuan akhir kami melainkan Gunung Kidul yang punya deretan pantai yang mengagumkan dari pantai yang belum dijamah sampai pantai yang bener-bener komersial banget, yah kalian tau sendiri lah apa.

Kebingungan muncul ketika sudah sampai di kawasan Gunung Kidul, waktu menunjukkan siang akan berganti malam tapi kita belum juga sampai ke tujuan, akhirnya mengandalkan sinyal operator yang menipis kita cari pantai terdekat. Berakhirlah kita di Pantai Gesing. Kenapa kita bingung? sekedar saran dan tips ketika malam di kawasan Gunung Kidul itu minim penerangan banget, maklum karena disana bener-bener masih asri banget, jarak rumah ke rumah aja jauh-jauhan. Jadi agak creepy lah. Balik lagi ke Pantai Gesing, pantai ini masih sepi banget guys waktu itu, tepat sebelum maghrib kami sampai disana dan izin sama penjaga pantai, akhirnya kami diperbolehkan. Wah baik sekali, baiknya lagi kami ga diminta bayaran sedikitpun untuk menginap malam itu. Ini ada sedikit fotonya ya…

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kami mendirikan tenda tepat di samping tebing. Deburan ombak yang menghantam karang itu bener-bener kenceng banget, sampe kami bertiga bersyukur banget masih bisa hidup dan kami membayangkan bagaimana seseorang yang tenggelam di laut akan selamat kalau ombaknya saja pasti akan langsung menghancurkan tubuh manusia, tapi semua itu kuasa Illahi ya guys… Gambar kedua keliatan sangat creepy ya? itu karena sudah hampir gelap, di pagi hari bener-bener KEREN parah. Sungguh anugerah keindahan dari Allah Swt.

Ada cerita lucu, ya iya lucu menurut aku. Jadi, sebagai awam yang bahkan aku belum pernah kemah kecuali waktu pramuka di sekolah menengah dulu, agak was-was dan cemas juga kalau tiba-tiba waktu tidur ada Ular atau makhluk melata lain. Soalnya, sebelum kami membangun tenda salah satu dari kami melihat ada ular di salah satu tempat hiiiii kebayang ga sih walaupun disekeliling tenda sudah kami taburi garam tapi tetep aja sebagai manusia dan kodrat wanita punya rasa takut berlebih. Apalagi Mbak Jupe entahlah padahal Mbakku ini sering naik gunung berkali-kali dan anaknya alam abis hehehe, akhirnya setelah perdebatan sedikit kita pindahkan tenda kami ke lokasi yang lebih aman, kemana?

Tenda kami naik satu tingkat dari tempat sewajarnya, tapi ini beneran aman kok. Ternyata kemah di pantai itu bener-bener asik. Banyak yang bilang kalau kemah di pinggir pantai itu panas tapi menurut aku enggak. Mungkin karena kami kemah di pinggir tebing ga merasakan bener-bener tidur diatas pasir pantai dan mungkin kalau kemahnya di pasir pantai agak was-was kalau tiba-tiba ombak mencapai pantai dan menyeret kita manis manja saat sedang tidur. Tapi itu tidak terjadi terhadap kami.

Jujur ini pertama kali aku camping dan aku sama sekali ga merasakan kesulitan untuk buang air kecil dan beribadah karena di sekitar pantai ada yang menyediakan kamar mandi walaupun harus membayar sekitar Rp 3000,- Lagipula di Pantai Gesing ini ada posko polisi laut jadi ada kamar mandi gratis yang bisa kami gunakan, konon pantai gesing ini sering dijadikan pelabuhan bagi kapal-kapal, entahlah coba kalian cari tau sendiri yaaa.

Gelap pun datang, kami memasak mie instan dan menggoreng beberapa sosis. Yang paling gak bisa aku lupa kalau malam itu keadaan jadi lebih melow kami bercerita dari A-Z dari Z-A terus menerus sampai seakan kami itu kawan akrab lebih dari 10 tahun. Gimana ga melow, kami berbagi cerita dan pengalaman dengan latar belakang ombak byar-byur-byur…

Akhirnya setelah tertawa-menggalau-menangis bersama, kami pun tidur… PAGI HARI DATANGI cepat sekali tidur kami hanya terasa 10 menit saja oke ini hiperbola. Setelah beribadah shubuh kami siap-siap untuk menyusuri Pantai Gesing. Pantai Gesing ini punya dua daerah yaitu tebing dan pantai yang digunakan para nelayan untuk melabuhkan perahu, wah keren banget deh aku punya beberapa dokumentasi yang diambil dengan seadanya.

Bagaimana bagus kan? Sungguh Maha Besar Allah dengan seluruh ciptaan-Nya. Disini kita habiskan waktu sampai jam 9 pagi, kami bereskan tenda, tidak lupa sarapan dengan roti panggang hmmmm apapun yang dimakan saat sedang tidak dirumah itu sangat lezat Alhamdulillah.

Oya, sebelum pergi kami mengumpulkan sampah-sampah disekitar tempat kami mendirikan tenda entah itu sampah kami atau bukan, tetap dengan harapan dimanapun kami-kita berada sebaiknya tetap menjaga alam dari segala kerusakan, bayangkan tempat yang indah menjadi kumuh karena sampah. Manusia dan alam harus hidup secara berdampingan dengan saling menjaga…

Kami berpamitan dan mengucapkan terimakasih karena telah diberikan izin oleh Bapak Polisi Laut disana, akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke pantai selanjutnya…

Kemana????? Tunggu di postingan selanjutnya. See ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *