Blog Competition,  Random Talk

Kehidupan dalam bermedia sosial

Lidah mu harimau mu, itu masa lalu. Masa kini, jempol mu pedang mu.

 

Duh, kalimat apa yang saya tulis sebagai pembukaan ya ngeri sekali. Tapi bener nggak sih? kalimat lidah telah tergantikan dengan jempol. Apalagi di era media sosial yang menjadi sebuah ‘keharusan’ untuk memiliki akun di media sosial yang booming. Kali ini gambar pada tulisan saya cukup mewakili bukan haha siapa yang tidak kenal Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, dan lain sebagainya.

Ngomongin media sosial, berapa banyak akun medsos yang temen-temen punya? dua? atau lebih dari dua? Kalau saya sendiri sekarang cuma punya Instagram (jarang update) dan twitter (buat ngoceh-ngoceh). Sisanya saya sudah non aktifkan akun hehehe. Ada sih Facebook tapi cuma akun kosong guna ikut gabung di grup gitu deh.

Baca juga : Baca buku gratis di aplikasi iPusnas

Kenapa kok saya cuma punya sedikit medsos? karena saya sudah ga sanggup lagi ngikutin gaya hidup di medsos wkwk apalagi kuota internet yang dihabiskan semakin boros (duit mana duit). Lagipula media sosial terkadang bikin lupa akan kenyataan dan membuat larut di dalamnya. Bangun tidur cek kesibukan warga Instagram, dilanjut cek ucapan selamat pagi di Whatsapp, buka Twitter lihat berita terbaru. Walaupun sebenarnya tidak ada notifikasi terbaru untuk diri kita tetap saja dibuka, sampe baterai ponsel habis (saya banget) wkwk.

Kadang mikir kok hidup orang lain enak banget, kok si anu jalan-jalan mulu, kok si anu sekarang sukses. Loh kok hidup ini banyak ‘kok’nya hahaha. Maka dari itu saya memutuskan menyudahi dunia medsos. Caelah~~~

Menjadi diam dan ga aneh-aneh di medsos membuat saya melihat ada pihak yang tidak bisa ‘tenang’ di media sosial. Banyak kejahatan timbul dari medsos serta komentar-komentar jahat kepada seseorang. Makanya sekarang UU ITE digalakkan banget, komentar tentang tubuh ada pasalnya, menyebarkan informasi hoaks ada pasalnya juga.

Jadi, kita harus berhati-hati. Tips dari saya agar selalu dalam koridor aman bermain media sosial…

Minimalisir informasi yang bersifat pribadi

Jangan asal update, semisal mengungkapkan hari ini sendirian di rumah atau akan pergi ke kota X menginap di Z. Jangan asal update foto identitas diri dan hal pribadi lainnya. Banyak kejahatan yang dimulai dari media sosial.

Hati-hati menyebarkan informasi

Kalau tidak tahu kebenaran dan sumbernya lebih baik tidak perlu ikut-ikutan posting. Lagian sekarang informasi hoaks bisa dikenali secara mudah kok.

Berkomentar dengan positif

Coba selalu memberikan komentar pada hal positif. Ga perlu lah ikut-ikutan komentar jahat, coba bayangkan posisi kita sebagai orang yang tersudutkan karena komentar jahat. Jempolmu pisaumu, jempolmu harimaumu. Jika itu tidak baik, maka jangan lakukan.

Posting seperlunya, jangan berlebihan

Dalam bermedia sosial saya sadar ada banyak hati yang perlu dijaga. Jangan sampai postingan kita terlalu berlebihan tidak sesuai dengan diri kita sendiri yang bisa menimbulkan fitnah atau iri dari orang lain huhuhu. Posting hal-hal baik saja ya.

 

Media sosial akan menjadi ladang yang subur jika digunakan dengan baik.

 

Sepertinya hanya segini hal-hal yang biasa saya lakukan dalam bermedia sosial. Entah kenapa tema ini cukup sulit untuk saya hahahahaha. Padahal temanya berkaitan dengan hal sehari-hari tapi sulit mendeskripsikannya, jadi saya merasa tulisan ini tidak optimal (emang yang sebelumnya optimal? wkwk)

Menurut teman-teman apakah topik media sosial ini merupakan tema yang cukup rumit?

 

 

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogger Perempuan Network #BPN 30 day blog challenge 2018.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *