Blog Competition,  Random Talk

Hal yang disesali

Kalau dipikir-pikir ada ga ya di dunia ini orang yang sama sekali tidak merasakan penyesalan?

Bagi saya penyesalan itu sudah menjadi satu dalam diri. Pernah saya merasa sangat menyesal akan suatu keputusan dan membuat saya takut untuk melakukan kegiatan seperti biasa. Sampai saya menyendiri berbulan-bulan lamanya. Itu penyesalan pertama saya yang amat besar.

Kalau penyesalan yang kecil dan sepele banyak banget. Terkadang menyesal kenapa lupa bawa jas hujan, entah ini kekecewaan atau penyesalan. Menyesal karena salah beli barang dan rasanya kesal tiap melihat barang tersebut. Ada yang pernah merasa begini?

Tapi penyesalan saya yang membuat saya bangkit adalah kenapa saya tidak menulis blog dari sejak dulu kala. Dulu jaman SMK saya ini banci kuis banget, segala kuis yang ada hadiahnya saya selalu ikut. Dari kuis tebak-tebakan berhadiah pulsa, dance cover berhadiah uang (walaupun ga menang), dan selalu jadi orang yang suka mengajukan diri untuk review produk. Bahkan saya dan teman pernah ikut challenge dari sebuah merk kopi ternama untuk mendesain kedai kopi animasi, walaupun cuma ganti-ganti warna tembok dan atap haahha.

Bila sejak dulu saya sudah bisa menulis blog, ga cuma curhat lebay bocah abg mungkin blog saya ini isinya lebih berbobot sekarang. Lebih terarah karena sudah malang melintang sejak dulu kala. Meskipun ternyata kenyataannya pahit, misal ternyata blog saya tetep sepi gitu setidaknya pasti pengalaman tertulis saya banyak. Misal pengalaman ikut kuis x, pengalaman jadi admin twitter curhat, pengalaman ikut dance cover JKT48 wkwk. Mohon maap agak pede.

untung videonya udah dihapus.. malu euy xD

Lalu penyesalan lain, kenapa saya tidak melanjutkan kuliah bidang teknologi atau komputer. Karena kesotoyan saya dan tidak pintarnya saya dalam mencari informasi akhirnya saya berakhir disini menjadi seorang pencari informasi *loh maksudnya apasihhh…

Dulu saya kurang bergaul dan malu bertanya, ketika SMK saya rasa punya potensi untuk mengambil jurusan sesuai bidang ketika SMK tapi karena saya salah  pilih jurusan saat snmptn jadinya saya gagal dan mencoba jalur mandiri dengan memilih jurusan yang paling sedikit peminat,  murah dan sangat dibutuhkan kedepannya.

Karena jujur saya takut tidak mampu melanjutkan belajar jika mengambil bidang sesuai jurusan SMK, ya namanya juga teknologi yang makin maju dan butuh kemauan berkembang dari diri sendiri serta mahalnya biaya yang harus dibayarkan orangtua nanti. Ternyata itu ketakutan saya saja.

Saya tidak menyesali profesi yang saya ambil sekarang dan bidang keilmuannya.

Saya hanya menyesal kenapa dulu saya terlalu takut, sehingga berpikir macam-macam yang sebetulnya bukan ranah saya untuk memikirkan itu, karenan jelas orangtua saya sangat mendukung sepenuhnya. Sayang saya tidak mengerti hal itu. Ketakutan akan biaya sebenarnya bisa dicari alternatifnya dengan mendaftar beasiswa yang ternyata banyak ditawarkan pada mahasiswa.

Hal yang perlu dilakukan ketika penyesalan datang adalah menerima. Ikhlas akan apa yang sudah dipilih dan akan terjadi. Ikhlas mampu membuat hati tetap dingin.

Penyesalan apa yang pernah hinggap di hati kawan-kawan?

 

 

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogger Perempuan Network #BPN 30 day challenge.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *