Life,  Tutorial

Baca buku gratis di aplikasi iPusnas

Image result for ipusnas

 

Selamat Agustus pecinta makanan rebus!

Biasanya saya mengucapkan sapaan saat postingan pertama di setiap bulan, tapi kemarin lupa dan sekarang baru sempat. Kali ini saya ingin memberikan informasi yang menyenangkan, ya bagi saya sih cukup menyenangkan dan penting, semoga untuk kalian juga. Sedikit cerita entah kenapa ya, mulai akhir-akhir ini saya agak kesulitan untuk fokus ketika membaca buku cetak karena banyak sekali cobaannya, seperti mata lelah, ngantuk, dan keinginan kuat untuk bermain ponsel baik membalas chat teman di grup yang terlalu sayang untuk dilewatkan atau hanya sekedar membuka sosial media untuk memenuhi rasa kepo yang tidak jelas. Padahal sensasi membaca buku cetak itu lebih menjiwai tapi… ah sudahlah

Beberapa alasan tersebut membuat saya jadi keranjingan membaca buku digital atau yang nanti saya sebut ebook saja atau ibuk? jangan nanti salah paham jadi Ibuk Wati (loh). Membaca ebook menurut saya lebih efisien ketika saya lagi pengen banget chatting dengan teman-teman jadi bisa skip untuk membalas sebentar. hehe… Nah, disinilah saya dipertemukan dengan aplikasi iPusnas. Sebenarnya saya sudah pernah menulis ulasan aplikasi ini di Facebook  sewaktu PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) baru merilisnya, kalau tidak salah ingat waktunya tidak berbeda jauh dari iJak. Tapi, jangan tanya mana ulasannya ya soalnya sudah tidak ada. Jadi, sebenarnya apa sih iPusnas itu?

overview ipusnas.PNG
sumber : websites ipusnas

Jadi, aplikasi iPusnas seperti perpustakaan umumnya tapi bukunya ebook, nah bisa digunakan dengan media apapun. Kalau saya sendiri memasangnya di ponsel dan komputer. Untuk mendaftar pun terdapat dua pilihan, menggunakan email atau akun Facebook. Kalau saya pribadi lebih memilih menggunakan email. Silakan kunjungi websites iPusnas untuk masalah teknis penggunaan soalnya jelas banget disana top deh. Check this out!

Setelah mendaftar berikut tampilan halaman utama iPusnas milik saya. Silakan lihat sendiri dari per gambar ya (ketauan deh saya anak pemalas, malas untuk menjelaskan karena bingung bagaimana menjelaskannya) huhu. Post gambarnya dulu penjelasannya di bawahnya ya wkwkwk.

Jangka waktu pinjam

Catatan ya, kalau di perpustakaan sekolah, perguruan tinggi atau umum sekalipun biasanya minimal waktu meminjam buku itu sekitar 7 hari atau seminggu. Tapi di iPusnas ini sangat-sangat singkat hanya 3 hari. WOW! sebentar banget kan? gausah khawatir biasanya saya sendiri kalau baca paling cuma beberapa jam saja, jadi bisa langsung dikembalikan. Dengan menekan menu return (kembalikan) pada titik tiga dibawah buku yang ada pada rak kita. Tapi kalau kalian lupa mengembalikan tidak perlu khawatir tidak ada denda kok, karena sistem otomatis menghilangkan ebook yang dipinjam dari rak kita (maaf sebut rak, sebutnya apa dong biar ga bingung?) wkwk.

Maksimal buku yang bisa dipinjam hanya 3 ebook saja. Saya pernah saking iseng ebook yang bagus-bagus saya pinjam dan ternyata tidak bisa. Karena melewati batas maksimum jumlah peminjaman hehehe.

 

Stok ebook

Nah, ini nih yang paling penting. Terkadang ebook yang tersedia ada yang hanya 1 eksemplar atau bahkan ada yang lebih dari 10 eksemplar, analisis saya ini tergantung dari peminat dan sepertinya harga ebook itu sendiri. Jadi, contohnya ebook Laut Bercerita by Laila S. Chudori yang sempat saya review stoknya tipis sekali, jadi saya harus menunggu orang lain mengembalikan buku tersebut, kayak mau makan di resto terkenal dan harus waiting list. huft. Bahkan saya tidak tau jumlah stoknya berapa, karena selalu dipinjam orang hahha.

Dulu waktu saya review iPusnas di Facebook ada yang bertanya, kenapa harus stoknya terbatas? kenapa harus menunggu orang lain mengembalikan, kan itu buku digital? (kalau tidak salah seperti itu, saya agak kurang ingat) waktu itu saya belum bisa menjawab karena ya saya pun tidak tau. Kalau saya boleh mengira-ngira, walaupun ebook, tetap saja buku digital tersebut harus dibeli entah iPusnas membeli atau ada yang mendonasikan. Jadi, tidak sembarangan semua user bisa mengunduh buku yang sama, kebayang sebanyak apa penyimpanan data yang harus mereka siapkan. Ingat, karena ebook yang disediakan bukan menjadi hak milik kita tapi meminjam, kalau mau jadi hak milik ya unduh saja dari websites yang menyediakan, tapi apa kalian tega?

Walaupun ebook yang tersedia belum komplit (buku terbitan baru, 2018 misalnya belum banyak) tapi banyak banget buku-buku bagus, saya aja pinjam terus hehehe.

 

Kenyamanan membaca

Sejauh ini, tampilan ebooknya sangat nyaman dan saat membaca ga geregetan karena lemot. Kalau baca buku hasil donlot bajakan, suka lemot sangat tidak direkomendasikan. Tapi itu pilihan kalian. Lalu, kalian bisa memilih membaca buku dengan scroll down atau di swipe kayak baca buku beneran. Kalau saya sih mending yang pertama, kalau ada pilihan tap ke bawah sih mendingan tap, soalnya jari ga capek wkwk.

Terlalu nyaman sampai saya minjam berkali-kali, banyak sekali :)))))

 

Kalau mau liat buku yang udah pernah dibaca gimana?

Waduh ini penting banget soalnya saya pun baru tau. Jadi di rak buku virtual kita ada menu riwayat atau history nah kalian bisa liat ebook apa saja yang pernah kalian baca, semisal kalian tidak sempat baca tapi bukunya sudah hilang dari rak. Pengalaman pribadi banget soalnya hahahaha.

 

Akhir kata…

Saya sebagai penyuka ebook gratisan sangat bahagia dengan adanya aplikasi ini, walaupun terkadang kita bisa menemukan novel ebook gratisan yang bisa di download di internet, tapi setidaknya ebook ini original dan resmi, ebook yang bisa kita akses bebas sesukanya itu sama dengan pembajakan ga sih? macam buku cetak yang difotokopi. Kasihan penulis kita yang sudah bersusah payah menulis buku yang bagus tapi disebarluaskan, dibajak. Kedepannya semoga iPusnas semakin memperbanyak koleksi apalagi yang bagus-bagus, serta buku-buku berbahasa inggris biar makin kece.

Semoga kedepannya saya pun mampu mendonasikan setidaknya 1 eksemplar ebook, biar ga antri segala Aamiin tapi kapan ya? entahlah hehe. Oiya, kalau ingin mendonasikan kalian harus bayar ya, karena apa? ya namanya juga beli buku tapi digital.

Salam literasi.

 

halona blck

 

 

 

 

 

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *