Life

Suka duka pindahan wordpress.com ke wordpress self hosted

Hai semuanya, kali ini saya ingin berbagi sedikit kisah…

Belum genap setahun usia blog ahalona.wordpress.com saya sudah kegatelan ingin coba jadi self hosted yang mana saya harus membeli domain dan menyewa hosting dengan uang pribadi. Keren banget gitu bayangan saya jika memiliki blog dengan domain sendiri terkesan profesional (disisi lain agar rajin bikin tulisan berkualitas karena mau serius caelah).

Setelah berhari-hari galau, membaca seluruh artikel di internet mengenai pengalaman memindahkan dari wp.com ke wp.org, serta bertanya kesana-kemari untuk memastikan jadi tidak membeli domain dan hosting, lalu hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli domain dan hosting. Akhirnya dengan modal nekat dan kemampuan blogging yang masih sangat-sangat dasar,  tibalah malam 8 Agustus ahalona.com resmi mengudara. Lempar kelopak bunga~~ Cieelah…

Hati rasanya senang bukan main, apa yang diimpikan menjadi nyata. Sampai begadang untuk menyelesaikan setup blog baru. Tapi, diantara kesenangan muncul lah kesedihan ketika saya ingin memasang plugin. Untuk mengenang blog lama saya masih menyimpan fotonya (untung sempat di screenshoot), struktur tata letak yang saya gunakan sekarang masih sama seperti blog sebelumnya cuma ya terlihat lebih enak dipandang mata.

Hal pertama yang saya lakukan setelah membeli domain dan hosting adalah melakukan migrasi dari wp.com ke wp.org. Yang mana pihak penyedia hosting sudah menginstalkan blog baru dengan domain yang saya inginkan dengan gratis, jadi saya tinggal pakai. Proses migrasi cukup mudah, tinggal mengimport file xml dari blog sebelumnya otomatis postingan, komentar, serta media (foto) yang kita gunakan akan berpindah ke blog yang baru.

Setelah itu saya langsung mencoba tema-tema yang sebelumnya tidak bisa saya gunakan di wp.com karena terbatas maklum gratis qaqa~. Sampai disini saya masih sangat excited bagai anak kecil yang menemukan mainan baru. Lalu, cerita sedih pun dimulai…

Plugin (baru masalah plugin saja saya sudah kebingungan)
Ketika saya ingin menginstal plugin, yang pertama saya instal adalah JetPack dan Askimet. Kenapa? Sudah terbiasa di wp.com memantau traffic pengunjung setiap hari bahkan detik membuat saya tidak bisa lepas dari JetPack. Proses mengaktifasi plugin JetPack pun berhasil tinggal klik-klik, asal kita memiliki akun wp.com semua lancar. Kemudian saya ingin memasang Askimet, tapi entah saya panik atau saya terburu-buru plugin ini tidak bisa diinstal karena saya masih terkoneksi ke wp.com dan saya harus membayar sekian dolar. Ah saya jadi galau dan sedih. Akhirnya tanpa berpikir panjang untuk kedepannya, saya pun menghapus akun wp.com yang berarti alamat blog di wp.com pun terhapus.

Saya tidak ada pikiran apapun saat ingin menghapus, setelahnya saya bisa memasang Askimet. Tapi, saya jadi tidak bisa memasang JetPack karena sudah tidak memiliki akun wp.com lagi. Saya pun bingung harus bagaimana (sumpah tidak penting banget kepusingan saya) akhirnya setelah coba plugin berbeda secara 3x, saya menemukan artikel lebih baik memasang Google Analytics saja. Ternyata Google Analytics ini cukup mumpuni dan lengkap untuk memantau traffic blog. Saya pun senang lagi, hati terasa tenang. Walaupun saya asing sekali dengan model pelaporan dari Google Analytics ini.

Post dan komentar

Keesokan harinya, saya mencoba mengecek postingan saya apakah masih seperti sebelum pindah atau mengalami perubahan. Ternyata saya harus mengubah link-link yang saya sematkan pada tulisan karena mengarah ke link postingan yang ada di wordpress.com. Hmmm repot juga ya jika tulisan saya sudah banyak. Untung saya hanya memiliki sedikit postingan hahaha. Rupanya tidak sampai disitu, saya menyadari beberapa komentar dari pembaca saya hilang, saya cukup sedih karena mendapatkan komentar pada setiap postingan itu merupakan hal yang membahagiakan bagi saya, karena bisa berkomunikasi dengan pengunjung. Sedih bukan main, mohon maaf jika yang pernah meninggalkan komentar tapi tidak muncul huhu.

Postingan saya di komunitas pun linknya jadi tidak bisa, karena mengarah ke alamat lama yang sudah tinggal kenangan. Baiknya, saya bisa meminta perubahan link kepada tim komunitas tersebut. Tidak enak juga dipandang jika kita menyisipkan tautan yang sudah mati.

Akhir kata, tapi tidak berakhir

Akibat saya sudah menghapus blog di wordpress.com yang tidak mungkin bisa kembali. Saya baru menyadari seharusnya saya tidak menghapus blog tersebut agar bisa mendirect pengunjung dari alamat lama ke alamat baru. Setidaknya saya bisa tetap mempertahankan statistik kunjungan. Tapi nasi telah menjadi bubur.

Walaupun sekarang belum terindeks google yang menyebabkan traffic saya turun drastis padahal dulu saya pernah menduduki halaman pertama pencarian di google, saya tidak sedih berkelanjutan. Artinya saya harus terus belajar dan terus menulis kontes yang baik. Setidaknya, saya harus belajar bagaimana meningkatkan traffic blog, mencegah blog terserang hack, tidak boros dalam menggunakan ruang penyimpanan hosting, dan lain sebagainya. Saya senang akhirnya keinginan dari jaman sekolah ingin punya domain sendiri pun terlaksana.

Jika kalian ingin pindah ke blog dengan self hosted kalian harus mau belajar, karena kita harus mengerjakan semuanya sendiri, tidak seperti blog gratisan yang semua sudah siap.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *