Life,  Tutorial

Pengalaman Tilang Slip Biru

Setengah-badan-polisi.jpgSumber gambar : google

Ini akan jadi tulisan yang panjang sekali…

Jadi, saya mau cerita pengalaman pertama kali dapat surat cinta dari polisi. Suatu sore yang macet mendekati maghrib, saya berkendara roda dua dari arah Naga Pekayon sebelumnya saya baru saja menghabiskan waktu di Giant. Padahal saya sudah sangat percaya diri, karena saya merasa tidak bermasalah karena surat-surat berkendara lengkap dari mulai STNK, SIM, dan KTP. Entah memang hari itu sepertinya bukan hari baik untuk saya. Saat akan belok memasuki perumahan Kemang Pratama tiba-tiba saya diberhentikan oleh Bapak Polisi yang saya tidak tau namanya bahkan mukanya pun tidak ingat hahaha. Beliau menanyakan mengapa lampu utama motor saya tidak dinyalakan. Padahal sebelumnya saya yakin bahwa saya menyalakan lampu, ternyata itu hanya perasaan. Huft…

Akhirnya saya diminta putar balik ke pos polisi, disana sudah ada beberapa anak SMA yang sepertinya berkendara tanpa menggunakan helm. Waktu saya masuk saya diminta keluar lagi, rupanya anak SMAnya banyak jadi tempatnya tidak muat. Setelah itu giliran saya. Lalu, salah satu bapak polisi menanyakan saya mau kemana dan berbasa-basi intinya.

Beliau menjelaskan bahwa saya mendapat slip biru yang nantinya saya bisa membayar langsung lewat bank atau lewat atm dan saya dikenakan denda Rp 100.000, katanya saya bisa mengambil kembaliannya kalau ternyata jumlah denda dari pengadilan tidak sebesar itu. Lalu saya diingatkan untuk datang ke kejaksaan sesuai tanggal yang ditentukan, kira-kira tanggal yang ditentukan sekitar 2 minggu dari tanggal tertilang jadi cukup panjang. Entah, tanggal tersebut tanggal sidang atau tanggal apa saya tidak paham karena saat itu, saya iya-iya saja karena sudah sore dan saya sudah lelah (halah). Beliau bertanya lagi, apakah saya ingin transer sendiri atau dititipkan (disini saya kurang paham yang dimaksud apa) tapi saya memilih untuk membayar sendiri saja melalui transfer. Saat itu masuk dua orang lainnya yang bernasib seperti saya, sepertinya permasalahan mereka tidak membawa helm entahlah saya tidak bertanya juga.

Awalnya STNK saya ditahan, tapi saya minta agar SIM saja yang ditahan antisipasi kalau nanti kendaraan tersebut akan digunakan anggota keluarga lain. Akhirnya, slip tilang biru pun sudah ditangan. Karena sebelumnya tidak dijelaskan dimana saya harus membayar akhirnya pun saya tanya, si bapak polisi ini terkesan buru-buru sekali mungkin karena seharian yang kena tilang banyak kali ya. Beliau mengatakan tunggu saja sms yang masuk, disana akan tertera nominal denda dan nomor pembayaran. Kemudian saya pun pulang dengan hati gundah gulana, seperti gondok karena masalah kena tilang saya sangat sepele, toh saya bawa surat-surat lengkap pffffffffft…

Setelah sampai rumah saya baru menyadari kalau saya tidak tau kejaksaan dimana dan bagaimana prosedurnya walaupun tadi sudah dijelaskan bapak polisi tapi bagaimana ya namanya kurang fokus dan si bapak polisi ngomong kayak beatbox cepat banget, akhirnya saya bertanya pada kawan-kawan instagram saya barangkali ada yang pernah mengalami tilang melalui transfer bank dan membaca pengalaman teman-teman kaskus tentunya hahaha gabisa lepas dari kaskus aku tuhhh

20180429_0902201250420211.jpg
Yang dilingkari adalah jadwal sidang dan nominal denda

Setelah berkeliling internet, banyak yang bilang kalau sekarang dapat slip biru tidak perlu sidang, tinggal menunggu putusan jumlah denda dan barang bukti yang ditahan dapat diambil. Terus kenapa saya dapat jadwal sidang? sungguh membingungkan.

Akhirnya tanggal sidang pun terlewati begitu saja, karena saya tipe orang yang suka melakukan hal berbeda dari orang lainnya dan ingin menulis pengalaman yang berbeda di blog. Hari sebelum sidang saya membuka website e-tilang kemudian memasukkan nomor register yang ada di slip biru saya.

20180507_1236061279863284.png
Informasi sebelum hari sidang

Bisa dilihat ada nomor BRIVA dan nomor BRIVA baru. Nomor BRIVA pertama sama seperti yg saya dapatkan melalui SMS. Setelah hari sidang berlalu, saya coba cek di situs e-tilang nomor BRIVA saya berubah seperti ini:

20180507_12345758009259.png
Informasi setelah sidang

Ada Nomor BRIVA yang hilang, jadi tinggal satu saja. Nomor BRIVA yg tertera ini adalah nomor BRIVA yang digunakan untuk pembayaran yang telah mendapat putusan sidang. Jadi, kita dapat membayar sesuai dengan putusan tanpa perlu membayar denda maksimal yang awalnya dikatakan pak polisi. Akhirnya, saya pun membayar denda tersebut melalui atm. Bukan main saya jengkel dibuatnya, ternyata nomor BRIVA susah banget dibayarkan yg gagal lah yg tiba-tiba nominal pembayaran 0 (kosong) lah ampun sekali pusing dibuatnya…

Akhirnya modal nekat Rabu pukul 08.30 saya ke kejaksaan dengan niat bayar di loket karena banyak teman2 di jakarta yang bisa bayar di loket. Sampai di kejaksaan orangnya ga begitu ramai alhamdulillah tapi saya malah diputer puter gajelas gegara orang-orang pada sotoy saya kesal sekali double burger kesalnya. Mana haus pula…

Akhirnya saya ke BRI Juanda yg ramai bukan main. Jadi, pembayaran di loket sepertinya tidak bisa untuk daerah Bekasi Kota. Buat kalian yg sama seperti saya korban tilang wkwkwk lebih baik bayar diawal pakai kode BRIVA deh biar ga harus bolak-balik kayak saya. Setelah saya mengalami sendiri ribet banget… untung ketemu mbak teller yang cantik nan baik hati jadi bahagia deh saya.

Jangan lupa fotokopi KTP, bukti pembayaran dari bank dan form slip biru untuk pengambilan barang bukti. Lalu saya kembali ke loket pengambilan barang bukti membawa fotokopi dokumen, ternyata hasil putusan sidang saya hanya dikenakan denda 70.000 dan saya harus mengambil kembaliannya sebesar 30.000 satu minggu kemudian dengan meminta surat rekomendasi dari polres kalau saya tidak salah dengar. Padahal yang baca di kaskus banyak teman-teman yang bisa mendapat kembalian langsung dari loket, betul-betul yaaaaa.. yg buat saya kecewa di Bekasi Kota ini tidak ada update secara berkala untuk hasil putusan sidang. Jadi, walaupun sidang telah terlewat tetap harus membayar sesuai yang di surat tilang.

20180509_115808298249355.jpg
Fotokopi bukti bayar

Setelah drama sana-sini, akhirnya SIM pun di tangan, selesai pukul 10.45 (kayaknya, tau deh ga liat jam) Alhamdulillah…


 

Tips untuk pengambilan barbuk di wilayah Bekasi Kota:

  1. Kejaksaan Bekasi tidak menerima pembayaran tunai di loket
  2. Setelah mendapat nomor BRIVA dari sms, langsung saja dibayarkan via ATM atau Teller Bank BRI. Jika merasa denda tilang terlalu besar lakukan saja poin 3
  3. Kalau anda terpaksa belum bisa transfer sebelum tanggal sidang, tidak apa datang setelah sidang datang ke kejaksaan dan langsung tanya di loket jumlah yang harus dibayar berapa. Jangan mudah percaya dengan omongan orang lain di sekitar loket, kadang orang ga tahu dan bikin kalian muter-muter itu gaenak banget.
  4. Fotokopi bukti pembayaran, slip tilang, dan KTP lalu serahkan ke loket
  5. Di Bekasi Kota tidak bisa ambil kembalian langsung, jadi persiapkan dirimu untuk datang di minggu selanjutnya.
  6. Jangan datang di hari sidang pasti ramai bukan main. Datang minggu berikutnya di hari rabu tidak ramai (pengalaman pribadi)
  7. Pengambilan barang bukti tidak sampai 5 menit, bila semua syarat telah terpenuhi jadi tidak perlu datang dari pagi sekali

 

Mungkin kedepannya pengadilan bisa lebih rajin melakukan rilis data putusan sidang tilang seperti di daerah Jakarta sekitarnya dan juga meningkatkan layanan BRIVA, jika telah mendapat putusan sidang agar otomatis saat pembayaran sesuai nominal putusan sidang biar ga repot. Pasti maksud dari e-tilang ini agar masyarakat dan segala pihak (pengadilan dan kejaksaan) tidak repot, tapi malah tambah repot menurut saya terutama bagi kami yang tertilang. Next, akan saya update mengenai prosedur mengambil uang kembalian. Selisih 30ribunya enaknya diambil ga yaaaa?… dan lagi kalau bisa pak polisi tilang kalau memberikan nominal denda sesuai pasal saja, masa setiap hari nilang masih pakai denda maksimal biar enak pak hehehe… v (peace)

Kalau tidak melakukan kesalahan kita tidak tau bagaimana sistem bekerja

halona blck

28 Comments

    • ahalona

      Hai gan Anto, saya ga ngambil kembaliannya gan karena ga ada waktu buat kesana lagi. Seingat saya nanti kita disuruh balik lagi ke kejaksaan untuk dikasih surat untuk ngambil uangnya. Jadi sepertinya cukup bawa suratnya itu dan ktp ke bri, biar aman ambil di bri yg sama saja.

  • ria

    kak jadi yg point nomor 3 itu kita tanta denda kita ke loketkan.kalau udah tahu dendanya itu kita bayar ke loket disitu atau kita ke bri transfer sesuai nominal apa yang dibilang? terimakasih.

    • ahalona

      Halo ria, sebenarnya mereka udh punya nominal denda yg harus kita bayar. Tapi saya ga sempat tanya, tapi seharusnya boleh dong kita tanya :))) ke bri langsung ya
      Karena ambil kembalian harus ke loket tsb seminggu kemudian

      • ria

        berarti kita nanya denda tilang kita bisakan kak ke kejaksaan? soalnya akukan sidanf hari ini barusan aku cek denda tilang aku lewat atm bri eh tahu2nya 0

        • ahalona

          Ya ria, memang kalau sudah lewat tanggal pembayaran wajibnya nanti nominal dendanya jadi 0. Kalau boleh tau kamu denda kasus apa? Kalau yg ringan2 70ribu biasanya 🙂

  • Dimas

    Gan, gw kena tilang, dapet slip biru dan jadwal sidang tanggal 20 Juli 18.
    Pertanyaannya, bisa ga ya gw dapet info dl berapa dendanya jadi bayarnya di BRI pas (ga bayar denda maksimal jadi ga usah tunggu kembalian? bisa ga gw nanya di loket dulu?.
    Bales ya Gan.
    Thanks

    • ahalona

      Hai gan Dimas. Nah ini gan kalo agan bisa tanya ke loket aja bayarnya berapa, kemaren saya ga sempet tanya soalnya banyak org2 bilang katanya gabisa kalo belum bayar :))))
      Emang kalo boleh tau agan tilang kasusnya apa?

      • Eko pono

        hai gan , saya kena tilang di depan pasar kranji, tanpa sim & stnk mati. sidang tgl 03 agustus
        max denda 1.5 sudah 3 hari belum dapat sms juga. gimana ini gan?

        • ahalona

          hem agan buka di situs etilang.info trus masukin kode tilang (pojok kanan atas kertas tilang) nanti agan liat nomor BRIVAnya soalnya kalo bayar langsung ke juanda harus disertai nomor BRIVA tersebut. Kalo ga ada nomor BRIVA nanti masuk ke rekening siapa dong gan? hehe

      • Eko pono

        di etilang muncul keterangan terjadi galat!!
        itu maksudnya apa ya?
        serius gak kalau kita ke juanda mereka gak tau no brivanya?
        kirain no briva cuma 1 aja.

      • Dimas

        nerobos verboden di depan BJB, di stop polkis pospol lapangan persikasi.

        Btw, Udah selesai kok dan dah balik SIMnya.

        jadwal sidang tanggal 20 juli dan sengaja ga dtg, nanti nama kita ada papan tulis di depan loket lengkap hasil putusan dan biaya sidang. Siapin nomer virtual akun BRI yang dr web etilang, bayar di ATM, fotocopy surat tilang, KTP, sama bukti transfer serahin ke loket. BERESSS!!!!

      • Dimas

        Gan Eko Pono, saran ane bayarnya sehari sebelumnya aja. Dua tempat itu (BRI sm Polsek) pas sidang/antrinya gilak, trus mental lokasinya gitu satu sm yg lain.

    • Dimas

      Yap beda-beda, dan fyi setiap org yang ditilang dpt 2 BRI VA,
      Yang pertama buat bayar denda maksimal (titipan) sidang. Yang kedua dapet BRI VA lagi kalau lewat tanggal sidang kita belum bayar denda maksimumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *