Random Talk

Nyobain Argo Parahyangan Gerbong Eksekutif Bekasi – Bandung

Sudah seperempat abad hidup tapi ini adalah kali pertama saya mengunjungi Kota Bandung. Kalau teman-teman sedang membahas Bandung saya cuma diam saja karena yaaa belum pernah hahaha. Sampe orang lain pun bingung kok bisa sih belum pernah ke Bandung? Saya juga gatau jawabannya. wkwkkw

Singkat cerita, akhirnya libur panjang tanggal 24 Desember kemarin saya ada kesempatan jalan ke Bandung bersama seorang teman. Tentunya kami memilih naik kereta api, nyaman, tenang, dan ga macet.

Niatnya sih jalan-jalan backpackeran tapi kok ya pulang-pergi naik kereta gerbong eksekutif HAHAH. Oiya! ini pertama kalinya juga loh saya naik kereta gerbong eksekutif waaaaaaaw sungguh terlalu hahaha.

Selama ini naiknya yang ekonomi terus sesuai budget soalnya jaman dulu belum kerja hahaahah.

Jadi, banyak noraknya deh naik gerbong eksekutif. Untuk menuju Bandung yang saya tahu semua kereta dari Jakarta-Bandung itu namanya Argo Parahyangan, cuma embel-embelnya aja beda seperti Tambahan, Premium, dll. Jangan sampai salah naik ya, terutama kalau berangkat dari Stasiun Bandung semua kereta namanya Argo Parahyangan hahaha.

Saat berangkat saya menggunakan Argo Parahyangan Tambahan dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Kiaracondong dan pulang dengan Argo Parahyangan Sta. Bandung – Sta. Bekasi. Setau saya semua kereta Argo Parahyangan keberangkatan awal dari Stasiun Gambir ya untuk wilayah Jakarta.

Saat ini saya akan tulis tentang Argo Parahyangan Tambahan saja ya (kereta berangkat), karena sepertinya nomor kereta yang saya gunakan saat pulang berbeda.

Saat ini harga tiket untuk kelas eksekutif Rp160.000 dan kelas ekonomi Rp110.000.

Kereta berangkat dari Sta. Bekasi pukul 06.50 dan estimasi sampai di Sta. Kiaracondong pukul 10.13 pagi. Saya duduk di gerbong 2 nomor 8C-8D (kan berdua guys) yang mana merupakan rangkaian paling depan. Waktu beli ga ngeh juga kalau ternyata gerbongnya di depan begini.

Satu jam sebelum keberangkatan kami sudah siap di stasiun, takut perjalanan pertama ketinggalan kereta wkwk. Ternyata kereta sampai di Stasiun Bekasi lebih awal dari jadwal.

Argo Parahyangan Tambahan Gambir-Bandung PP

Dari luar terlihat beda banget tampilannya dibanding kereta jarak jauh lainnya yang pernah saya naiki. Keliatan keren dari warnanya yang abu-abu. Tidak terlihat norak dan tidak sangat mewah juga.

Terkagum-kagum dengan interior gerbong eksekutif

Alay banget deh saya terpukau dengan penampakan dalam gerbong, terlihat cerah dan bersih. Tempat duduk yang empuk dan nyaman menghadap satu arah gini enak banget. Walaupun kurang untuk sosialisasi terhadap orang baru, tapi cocok banget buat yang ga suka ngobrol di perjalanan.

Untuk kursi gerbong eksekutif ini bisa diputar arah duduknya ya, hal ini digunakan ketika kita ingin saling berhadapan dengan keluarga. Gampang banget bisa diubah oleh kita sendiri.

Kursi kelas eksekutif juga mampu disesuaikan dengan punggung kita, enak banget selayaknya kursi bus. Kalau untuk jarak yang hanya menempuh 3 jam hanya mendapat bantal kecil di setiap kursi.

Argo Parahyangan Tambahan Gerbong Eksekutif 2

Yang bikin makin terpukau jarak antar kursi itu lumayan jauh, jadi kaki bisa selonjoran dengan nyaman tanpa perlu ganggu orang di depan kita. Terdapat pijakan kaki juga yang bisa diatur ketinggiannya, waduh enak banget hal yang gabisa saya temui di kereta ekonomi.

Jarak antar kursi yang lega, bisa begini begitu.
Sandaran tangan dari kayu. Tombol untuk mengatur posisi sandaran punggung pula. Meja untuk makan juga berada di dalam sini.

Kalau untuk sumber listrik sama seperti kelas ekonomi terdapat 2 sumber listrik berada dibawah meja kecil yang biasanya digunakan untuk meletakkan botol atau makanan kecil.

Sumber listrik

 

Toilet super bersih dalam gerbong

Susah sih kalau dasarnya anak yang gampang kagum. Toiletnya super bersih dan nyaman. Difasilitasi toilet duduk, cermin,  tissue, pengering tangan dan wastafel. Kereta ekonomi lain yang pernah saya coba 2 tahun yang lalu biasanya hanya toilet jongkok, wastafel, dan tissue. Sebenarnya agak lupa sih, saya juga belum tau kereta ekonomi yang buatan terbaru apakah toiletnya sudah bagus atau belum.

Toilet dalam gerbong kereta eksekutif
Toilet duduk dalam kereta Argo Parahyangan Tambahan

Enak kan toiletnya? Saya norak banget waktu mau ke toilet ga ngerti cara buka pintunya. Soalnya saya baru pertama ketemu pintu toilet jenis lipat yang perlu di dorong dahulu agar terbuka.

 

Bonus pemandangan yang luar biasa

Kalau ini sih memang sudah jelas, naik kereta api pasti disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Beda cerita kalau naik kereta di malam hari ya, yang ada malah gelap gulita. Usahakan naik kereta di siang hari untuk bisa menikmati pemandangan dari mulai sawah, pemukiman penduduk, gunung, bahkan ada juga yang melewati pantai. Jika naik kereta Argo Parahyangan ini pemandangan alam yang utama adalah gunung dan sawah, bonus lagi jika duduk di bagian yang tepat bisa melihat Tol Cipularang.

Naik kereta menuju Bandung ini agak deg-deg-ser selain pemandangannya indah, tapi juga karena rutenya meliuk-liuk melewati tebing, bukit dan jalur rel buatan yang menjulang tinggi.

Jalur rel menuju Bandung pun banyak yang hanya 1 jalur saja, jadi kereta harus bergantian untuk melewati rel tersebut. Jalur yang sedemikian sulit ini membuat kereta Argo Parahyangan sangat berhati-hati dengan mengurangi kecepatan.

Jalur rel yang meliuk-liuk
Pemandangan sawah dari dalam kereta
Tumpukkan gerbong kereta di Sta. Purwakarta
Sawah yang diambil dari ketinggian, dari dalam kereta

Foto di atas saya ambil dari posisi kursi huruf B. Kalau ingin melihat pemandangan tol cipularang dari dalam kereta usahakan ambil duduk di D. Saya agak kecewa sebenarnya karena tidak mengetahui hal ini, padahal ingin sekali lihat tol cipularang sampai belain ga tidur sepanjang perjalanan hihihi.

Akhirnya setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, kereta Argo Parahyangan Tambahan sampai di Sta. Kiaracondong tepat waktu. Oiya hanya sedikit penumpang yang turun di Sta. Kiaracondong, kebanyakan turun di Sta. Bandung. Awalnya saya dan teman agak panik takut kereta tidak melanjutkan ke Kiaracondong. So, kalian ga perlu ragu ya kereta ini bisa berhenti di Stasiun Kiaracondong.

Rencana liburan akhir tahun teman-teman kemana nih? Kalau ke Bandung  saya sarankan untuk naik kereta, selain disuguhkan pemandangan ciamik juga ga perlu bermacet-macet ria. See you!

 

 

Bonus cerita lucu yang ga lucu-lucu amat sih, sedih gak? :

Jadi, sekarang buat pengecekan tiket di dalam kereta ga perlu nunjukkin tiket lagi, gaperlu dibolongin lagi gitu. Terus kemarin dengan PDnya saya kasihin tiketnya trus ditolak sama petugasnya, beliau langsung ngeliat dari aplikasi gitu deeeh. Sama petugas KAI aja ditolak gimana sama kamu maz :((( dan temen perjalanan si Irma kupret diem aja ketawa-ketawa dikiranya saya udah tau. Keseeeeeeel kan malu wqwqwq.

6 Comments

  • Reyne Raea (Rey)

    Ini mah keren banget, pas bangettt.
    Kami rencananya mau naik kereta ke Jogja.
    Mupeng liat temen2 ajak anak2nya liburan naik kendaraan umum.
    tapi bingung, mau naik eksekutif atau bisnis, bedanya lumayan juga hehehe
    Kayaknya kalau naik eksekutif aman nih bawa bayi.
    Tapi kalau naik bisnis gimana ya?
    Saya seumur2an baru sekali naik kereta api, 10 tahun lalu deh kayaknya, ke Bandung, dan dulu masha Allahhhh, panasnyaa hahaha

    • ahalona

      Mbak rey gimana sudah jadi ke jogja naik kereta?
      Kalau untuk bisnis setau ku kursinya ga seperti ini mbak rey, yg samanya kursinya satu arah semua gitu…
      aman koook untuk bayi juga…

      waduh mbak rey 10 tahun yg lalu itu sebelum manajemen kereta api digebrak ya hahaha

  • mput

    Wah, aku baru coba juga minggu lalu. Memang nyaman banget, dan harganya terjangkau sih untuk ukuran Jkt-Bdg. Bisa jadi opsi yang nyaman selain naik travel/pesawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *