Random Talk

Alhamdulillah mudik bersama Jasa Raharja

“Tips mudik : kalian harus punya kampung”
– Cak Lontong

“mudik ga nih?” // “ah enggak, kan kampungnya disini” hehehe~ ya beginilah percakapan setiap hari raya. Mudik hanya sebuah ilusi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya alhamdulillah tahun ini bisa merasakan lebaran dengan keluarga besar. Ada perasaan percaya-ga-percaya tahun ini bisa mudik, orang sekitar saya pun kaget. Terakhir mudik itu waktu saya SD, sejak itu sampai sekarang hampir berumur 25 tahun belum pernah sekalipun mudik ke kampung halaman orang tua hingga dikira warga pribumi. Lebay sih.

Sebenarnya sering ada niat buat mudik, cuma ada beberapa hal yang jadi pertimbangan bin ribet yang buat hal itu ga pernah terjadi. Day by day… sebelum bulan puasa ada tetangga yang cerita kalau dia mendaftar program Mudik Gratis BUMN bersama Jasa Raharja. Tiba-tiba ibu saya yang merupakan orang paling lantang menolak mudik meminta saya untuk mendaftar program mudik itu. Kaget eh copot-copot, kok tumben wkkwkw.

Sumber : Otoplasa

Konon Jasa Raharja bersama BUMN lainnya sudah menyelenggarakan progam ini sejak lama (kok saya gatau ya wkwk). Tujuannya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama masa arus mudik dan membantu masyarakat untuk kembali ke kampung halaman. Moda yang disediakan kereta api dan bus ke berbagai kota di Indonesia. Widihhhh!

Syarat pendaftarannya cukup mudah, harus memiliki nomor telepon, SIM C, STNK kendaraan roda dua, dan kartu keluarga. Hari itu saya bersiap pada waktu yang ditentukan untuk mendapatkan nomor token untuk pendaftaran melalui website mudik Jasa Raharja. Cukup degdegan soalnya banyak yang bilang baru lewat 1 menit tokennya sudah habis. Satu token bisa digunakan untuk 4 orang anggota keluarga. Berarti banyak banget ya warga kita yang mau mudik wkkw.

Alhamdulillah sekali daftar langsung dapat token. Sempet gundah karena kota yang dituju sudah penuh dan harus jadi daftar tunggu. Kalau jadi daftar tunggu, takut ga kebagian ga sih? Akhirnya ganti arah, ke kota lain yang terdekat, yaitu Surabaya. Setelah isi data pemudik akhirnya tinggal menunggu proses verifikasi dokumen yang dilaksanakan minggu ke-2 puasa. Oiya saya hanya mendaftar mudik berangkat saja ya, tidak pulang-pergi.

Tepat di minggu ke-2 puasa saya mendapat sms untuk melakukan verifikasi dokumen. Ingat ya, tunggu SMS karena saat di lokasi SMS akan ditanyakan terlebih dahulu. Jadi sabar aja tunggu smsnya. Oiya biasanya sms itu diterima H-1 verifikasi dokumen. Saya mendapat sms hari kamis, untuk datang verifikasi hari jumat jam 08.00 – 10.00 WIB. Datang sesuai jamnya ya.

Lokasi verifikasi bertempat di gedung Nyi Ageng Serang. Proses verifikasinya cepet banget ga sampai 10 menit. Jasa Raharja menyediakan lebih dari 20 operator untuk melakukan verifikasi. Oiya, disini kita wajib membayar biaya asuransi kecelakaan sebesar Rp 5.000 per orang (sejumlah peserta mudik). Kalau kemarin disarankan membayar dengan menggunakan LinkAja, nanti saat menunggu antrian verifikasi akan ada banyak pegawai LinkAja yang membantu pesera calon mudik untuk menginstallkan aplikasi tersebut di hp kita. Tips parkir : Parkir di dalam area Nyi Ageng Serang saja. Kalau parkir di luar bayar mahaaal sebesar Rp. 10.000.

Di akhir proses verifikasi saya mendapat tiket (berisi data pemudik, nomor bus, dan ketentuan tentang mudik), bukti pembayaran asuransi, kaos mudik (digunakan pada hari H keberangkatan), dan topi.

Tiket mudik bersama Jasa Raharja

Mohon maaf untuk atribut kaos dan topi saya lupa foto hehehe. Setelah verifikasi, tinggal duduk tenang saja mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa di hari H.

Oiya untuk pemudik moda bus dari Jasa Raharja, berangkat serentak hari Kamis, 30 Mei 2019. Berkumpul di GBK jam 06.00. Kebetulan itu adalah tanggal merah dan Jakarta kemungkinan tidak sepadat biasanya. GBK itu kan luas, peserta mudik pun banyak. Jadi, pihak Jasa Raharja membagi area berdasarkan warna untuk masing-masing kota dan provinsi. Seperti ini…

Denah lokasi pemberangkatan mudik bersama Jasa Raharja

30 Mei 2019 pun tiba…

Wah semangat bukan main hari yang ditunggu tiba. Hari itu selepas sahur kami memesan grab menuju GBK, efek tanggal merah dan masih pagi jadi jalanan Jakarta masih sepi, hanya macet ketika masuk GBK. Hadeh, beneran banyak rupanya.

Lagi kurang beruntung, kami kayaknya mendapat supir grab yang sedang sakit gigi. Diajak ngobrol diam saja, bikin keki. Ketika sampai pun gamau mengantarkan kami sampai ke area parkir bus. Jadi lah kami berjalan kaki ke area yang masih cukup jauh. Walaupun di dalam area GBK dipasang baliho denah lokasi bus tetap saja kami kebingungan.

Setelah perjalanan tanya sana-tanya sini, akhirnya kami menemukannya. Seperti ini ya penampakan busnya dan beberapa peserta mudik bersama. Asal jepret maafkan kemampuan henpon yang kurang mantap.

Beberapa foto sebelum keberangkatan

Setelah menemukan busnya, nanti akan di cek oleh petugas apakah calon pemudik yang telah didaftarkan hadir semua atau tidak. Kemudian diberikan goodie bag berisi obat-obatan (diapet, antimo, dll) dan roti beberapa bungkus. Lagi-lagi tidak ada fotonya, karena lupa oleh keriweuhan meletakkan tas di bagasi bus.

Mengenai masalah duduk, peserta dibebaskan memilih bangku bus. Awalnya kami ingin duduk paling depan, tapi karena kesiangan jadi dapat duduk di tengah (mereka kepagian deh kayaknya wkwk). Agak kaget juga ternyata tempat duduknya 2-3, yang mana itu pasti sempit. Hoho.. gpp yang penting bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Tapi bus yang saya naiki ini tidak terlalu penuh, mungkin ada pemudik yang tidak jadi berangkat. Jadi enak, saya duduk berdua dengan anak kecil di bangku kapasitas 3 orang dan dia juga sering pindah ke bangku belakang, jadi nyaman heheh.

Bagian dalam dan bagian luar bus.

Pukul 08.00 (tepatnya lupa, maklum udah 2 bulan yang lalu hahaha), bus pun antri untuk keluar dari parkir GBK. Tidak begitu lama karena posisi bus kami berada dekat pintu keluar GBK. Alhamdulillah perjalanan mudik berjalan nyaman dan aman. Pukul 06.00 pagi keesokan harinya, kami sudah sampai di Surabaya. Masih jauh perjalanan menuju kampung halaman hahahaha.

Alhamdulillah mudik tahun ini cukup menghemat ongkos perjalanan, dimana-mana tiket pasti naik dan itu pun sulit untuk didapatkan, layaknya hati kamu :(((

Oiya, untuk kalian yang ingin mudik gratis bersama tapi ingin naik kereta api bisa banget cek di BUMN lainnya. Biasanya mereka sudah membuka pendaftaran mudik bersama sebulan sebelum bulan ramadhan tiba. Pokoknya rajin ngecek aja dan pastikan syarat yang diminta itu kalian miliki semua.

Terimakasih Jasa Raharja, terimakasih BUMN sudah menyediakan fasilitas mudik gratis bagi kami yang ingin pulang ke kampung halaman.

Tips :

Kemarin ada rekan kerja saya juga yang mendaftar program mudik ini dengan tujuan Solo. Namun, untuk tujuan tersebut penuh, jadi dia berstatus “daftar tunggu‘. Kalau begini, dia harus menunggu peserta lain yang tidak melakukan verifikasi dokumen. Kalau beruntung nantinya akan mendapat sms untuk melakukan verifikasi.

Sayangnya rekan saya ini kurang beruntung, karena sampai hari H keberangkatan dia tidak mendapatkan sms untuk verifikasi. Artinya dia tidak mendapatkan tiket mudik bersama.

Jadi, jika kota tujuan kalian penuh lebih baik mengganti kota tujuan ke kota sebelum kota anda atau kota terdekat dari tujuan anda.


Bagaimana teman-teman pernah ikut mudik bersama juga kah?

One Comment

  • Reyne Raea

    Enak deh yang punya kampung sedaratan di pulau Jawa ini ya, eh bahkan sumatera juga sih.
    kalau saya mah kudu naik kapal, atau mengeruk tabungan sedalam-dalamnya buat naik pesawat hiks

    Nasib kampungnya di seberang lautan, nggak bisa ditempuh dengan bus, atau kereta.
    Naik kapal laut sih lumayan terjangkau, tapi serem banget kalau musim lebaran rameeeenyaaaa minta ampun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!