Random Talk

Apa yang mau dikejar?

Sekitar satu atau dua tahun yang lalu saya bertemu dengan teman lelaki semasa sekolah menengah. Bukan karena urusan pribadi melainkan beliau punya suatu masalah pada kakinya dan ingin konsultasi pada teman saya yang seorang fisioterapi. Tepatnya saya sebagai penyambung silaturahmi lah ya, mempertemukan orang yang membutuhkan dengan ahlinya.

Saat ingin pulang kami sedikit bercerita tentang beberapa hal. Entah bagaimana saya menceritakan bahwa saat itu saya sedang bersiap melakukan tes menjadi seorang pegawai idaman orangtua dan mertua (tau kan? gausah disebut) hahaha. Lalu ada hal yang agak menyinggung harga diri saya ketika si teman ini menyampaikan respon begini…

“Apa sih yang mau dikejar, Lon?”

Sebenarnya saya cukup kaget ketika dia bilang seperti itu. Baru kali ini saya bercerita dan dibalas dengan respon demikian. Bahkan saya gatau harus jawab apa karena sibuk menutupi muka kaget hahaha. Bukan maksudnya saya gampang baper tapi menurut saya pada saat itu apa salahnya berusaha mengejar apa yang kita mau.

Pada saat itu mungkin saya dan teman saya ini sudah berbeda value dalam hidup. Mungkin menurut dia kodrat saya sebagai perempuan tidak perlu sampai punya ambisi sedemikian rupa. Entahlah saya juga ga sempat tanya alasan dia bertanya seperti itu.

Kalau dia beranggapan saya termasuk duniawi oriented mungkin iya, mungkin juga tidak karena dia juga gatau alasan saya kan. Pandangan orang lain mungkin saya sudah cukup ‘baik’ (pede aja wkwk) tapi kenapa pengen ngejar sesuatu lagi. Sebenarnya saya juga ga perlu menjelaskan sih kepada orang lain apa yang mau saya capai, memangnya situ siapa? Apalagi kalo prinsip hidupnya beda, udah susah deh ga mungkin bisa sama. Jalan tengahnya yang saling memahami dan mengerti saja.

Beberapa pendapat berkata kita harus menyeimbangkan dunia dan akhirat. Saya ingin jadi bermanfaat di dunia, punya pekerjaan yang pendapatannya mencukupi bukan karena saya ingin dianggap hebat atau kaya raya agar bisa beli barang-barang mewah. Itu semua bukan tujuan sebenarnya, tapi agar bisa membantu orang lain dengan bersedekah dan melakukan kegiatan amal yang lain agar saya juga punya tabungan di akhirat kelak.

Lalu apa jawaban saya saat itu?

“Mau ngukur kemampuan diri sendiri, masih bisa bersaing atau ga”

Jawaban yang menurut saya paling pas, ga bikin perdebatan dan bisa diterima berbagai pihak. Capek cuy berdebat, kehidupan ini aja sejatinya sudah melelahkan.

Saya berpikir lagi, gimana ya kalau saya waktu itu cerita kalau saya masih punya keinginan lanjut kuliah lagi atau saya masih pengen banyak ‘mengeksploitasi kemampuan diri’ lagi. Ga kebayang deh respon temen saya ini gimana. Walaupun sampai sekarang belum keturutan.

Kalau dari sudut pandang saya, wajar loh perempuan masih pengen ini-itu gapai karir, belajar setinggi-tingginya, dan melakukan hal-hal keren di luar sana. Malah saya iri banget sama perempuan yang prestasinya banyak banget, saya jadi merasa debu remahan rengginang yang udah lembut banget.

Semenjak kejadian ini, saya jadi berhati-hati banget dalam bercerita dan menanggapi cerita orang lain. Ga semua orang terima dengan cara pandang dan mimpi-mimpi saya, juga ga semua orang terima cara pandang saya terhadap impian mereka. Kalo ternyata orang lain punya pandangan yang sama barangkali saya dan dia jodoh wkwkwk. Aamiin! hhhee.

Walaupun saya termasuk orang yang suka berpikiran negatif dahulu baru kemudian berpikiran positif (ga bener emang). Tapi saya ga akan bilang ke orang lain “apa yang mau lo kejar?,” saya akan lebih tanya alasannya apa, bermanfaat ga, tujuannya apa.

Tolong buat diriku sendiri ingat ya untuk terus bermimpi dan memperjuangkan apa yang kamu mau. Selalu berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal penting, jangan kalah karena orang lain meremehkan. Kamu pasti pernah melakukan kesalahan tapi jangan lakukan lagi. Kamu bisa dan kamu kuat!

2 Comments

  • heytee123

    You go, girl! Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Semua orang boleh berambisi. Ketika orang lain berbeda cara pandang dengan kita, itu tidak masalah. Yang bisa kita lakukan adalah menghargai satu sama lain, bahkan bisa saling mendukung. Karena yang terpenting adalah kebahagian kamu. Terus bermimpi, terus berjuang dan tetap semangat! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *