Life

2020

It’s been a year…

Ketika penghujung tahun tiba berarti saatnya membuka lagi rekaman setahun kebelakang untuk melihat apa yang sudah terjadi entah hal baik atau hal buruk. Semua orang berlomba untuk mengungkapkan pencapaian yang telah mereka raih pada tahun tersebut. Tapi apakah sama dengan 2020 ini?

Jujur saja sepanjang tahun merasa khawatir, waspada, dan ketakutan. Hanya tiga bulan pertama saja yang berisi perasaan optimis dan antusias. Meskipun disambut dengan hujan semalam suntuk yang membuat banjir besar dimana-mana. Tetap saja pada saat itu ada rasa suka cita menyambut tahun yang baru dengan harapan besar.

Rasanya baru saja saya selesai menuliskan resolusi 2020, kemudian langsung dihadapkan dengan virus Covid-19 yang awalnya hanya seperti sebuah dongeng. Sekarang saya sudah harus menuliskan resolusi 2021? Padahal hampir setengah resolusi sebelumnya tidak tergapai.

Ketika awal pandemi saya sempat kehilangan arah, merasa bingung karena sempat diliburkan dua bulan. Resah, biasanya sibuk dan ini dipaksa berdiam ‘di rumah’. Sempat mempertanyakan kenapa orang lain sibuk tapi saya tidak? Kenapa orang lain produktif sedangkan saya tidak? Apa yang harus saya lakukan agar tidak tertinggal? Rasanya kepala saya berisik sekali.

Tentunya hal yang saya pikirkan tidak sebanding dengan kecemasan para nakes yang berhadapan langsung dengan virus tersebut, pun perasaan kehilangan yang dirasakan orang lain karena kehilangan pekerjaan bahkan anggota keluarga. Saya hanya sebagian kecil, kecil sekali.

Setelah berbulan-bulan dipaksa berdampingan dan berdamai dengan kondisi seperti ini ada beberapa hikmah yang saya ambil yaitu menjadi lebih bersabar dalam menahan keinginan, lebih sadar kebersihan, belajar hal baru, banyak bersyukur dengan selalu melihat dengan kacamata positif dan menyadarkan saya menjadi manusia yang biasa-biasa aja itu ternyata ga apa-apa loh.

Mungkin dulu mendoakan kesehatan orang lain termasuk sebuah bentuk ramah tamah yang basa-basi. Tapi lain dengan sekarang, mendoakan kesehatan dan kelancaran dalam menjalani hari menjadi sebuah doa yang diucapkan dari hati yang terdalam.

Tahun sebelumnya saya menuliskan beberapa resolusi yang tercapai tapi sepertinya tahun ini saya tidak akan menuliskan hal itu dulu deh. Bukan karena tidak ada yang tercapai ya tapi ada hal lain yang ternyata lebih penting dari itu semua.

What I will be thankful for about 2020 is… bersyukur diberi kesehatan, bersyukur masih punya pekerjaan untuk bertahan hidup, bersyukur masih dapat berbagi dengan orang lain dan bersyukur masih bisa bertemu dengan keluarga serta orang-orang terdekat.

Terima kasih diriku sendiri sudah mampu bertahan melewati 2020 dengan baik. Terima kasih keluarga dan teman-teman yang sudah saling menguatkan, mengingatkan, dan mendoakan dalam hal kebaikan.

Terima kasih 2020 yang seperti Nano-Nano manis-asam-asin ramai rasanya. Selamat datang 2021 untuk kita yang selamat. Semoga semua ini mereda dan kita semua dapat kembali seperti sebelumnya.

One Comment

  • Abigail F C Chiquita

    Kita sama banget Lona. Rasanya campur aduk sih pas awal pandemi. Overthinking dan anxiety lebih sering. Ilang motivasi terus jd ga produktif, tp krn ga produktif malah stress. Ga bisa rileks pokoknya. Cuman menjelang akhir tahun mulai tercerahkan. Bersyukur untuk hal-hal kecil. Mulai belajar untuk tdk menyalahkan diri, hidup ga harus produktif terus. Harus sayang sama diri sendiri dulu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *